PON Papua

Target Raih Medali Emas, Irma Apriani Siapkan Mental Jelang PON ke-XX Papua

Irma Apriani merupakan satu-satu nya atlet gulat dari Provinsi Bangka Belitung akan bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua ke-XX di Papua p

Penulis: Disa Aryandi |
Posbelitung.co/Disa Aryandi
Irma Apriani atlet Gulat Bangka Belitung dan pelatihnya Fahrul, Rabu (22/9/2021) sedang melakukan training center (TC) di tempat latihan di Tanjungpandan, Belitung menjelang PON ke-XX Papua. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Irma Apriani merupakan satu-satu nya atlet gulat dari Provinsi Bangka Belitung akan bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua ke-XX di Papua pada bulan Oktober 2021 mendatang.

Ibu rumah tangga (IRT) berusia 28 tahun itu, sekarang ini sudah melakukan berbagai persiapan menjelang keberangkatan pada tanggal 4 Oktober. 

Selain sudah melakukan training center (TC) sejak tahun 2019 lalu, atau setelah Kejurnas Pra PON, warga Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung saat ini masih terus mempersiapkan mental menjelang pertandingan.

Baca juga: Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Mafia Tanah Termasuk Aparat yang Merebut Hak Rakyat

Baca juga: Babinsa Hendak Diperiksa Polisi, Brigjen TNI Junior Tumilaar Surati Kapolri, Ini Jawaban Polda Sulut

Pasalnya, mental merupakan sesuatu yang sangat penting dalam pertandingan diluar dari teknis, dan fisik. Pada PON ke-XX ini, perempuan yang bertanding di kelas 76 kilogram putri gaya bebas ini, akan bertemu dengan berbagai karakter atlet.

"Kalau dari segi teknik semua sama, seperti gulungan, bantingan sudah umum. Paling sekarang persiapan mental saja, karena mental saya ingin juara, mental nya harus lebih diperkuat lagi. Istilahnya kalau lelah, bagaimana pun harus bangkit lagi," kata Irma Apriani disela-sela latihan, kepada Posbelitung.co, Rabu (22/9/2021).

Selama TC, perempuan bertubuh kekar ini berlatih secara terus menerus tanpa libur, lantaran memiliki target medali emas. Latihan yang dilakukan oleh Irma Apriani, di awali dengan fisik, dan berlanjut ke teknik.

"Jadi sebelum latihan terpusat, saya sudah latihan di rumah dan tidak pernah libur sama sekali, karena kalau satu atau dua hari libur, saya harus mengulang dari nol lagi latihannya," ucapnya Irma.

Lantaran hanya satu-satu nya atlet gulat di Bangka Belitung yang bertanding di PON Papua, kata Irma, ada sedikit perbedaan latihan. Perempuan yang sudah menggeluti gulat sejak usia 15 tahun ini, tidak memiliki sparing partner lain.

Irma Apriani atlet Gulat Bangka Belitung dan pelatih nya Fahrul, Rabu (22/9/2021) sedang melakukan training center (TC) di tempat latihan di Tanjungpandan, Belitung menjelang PON ke-XX Papua.
Irma Apriani atlet Gulat Bangka Belitung dan pelatih nya Fahrul, Rabu (22/9/2021) sedang melakukan training center (TC) di tempat latihan di Tanjungpandan, Belitung menjelang PON ke-XX Papua. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Rekan sparing partner hanya pelatih nya sekaligus suaminya, Fahrul. Namun terbantu dengan beberapa atlet gulat Belitung yang bisa dijadikan rekan sparing partner.

"Karena sparing partner ini sangat membantu untuk melatih teknik. Ya di banding Provinsi lain, karena banyak yang lolos PON jadi bisa sparing partner dengan orang berbeda-beda, dan memicu semangat latihan, kalau di Bangka Belitung yang lolos hanya saya sendiri, jadi sparing partner nya dengan pelatih dan atlet gulat di Belitung saja," bebernya.

Baca juga: 14 Pelamar CPNS Positif Covid-19 di Belitung Timur akan Tes SKD Besok, BKPSDM Siapkan Ruang Steril

Baca juga: Belitung Tetap Berstatus PPKM Level III, Ini Ketentuan Sesuai Edaran Bupati

Senada, Fahrul pelatih Gulat Irma Apriani mengatakan, menjelang pertandingan PON Papua, bukan hanya teknik, mental dan fisik saja harus dipersiapkan. Tetapi non teknis harus dipersiapkan lagi secara matang.

Sebab, saat penerbangan dan tiba di lokasi pertandingan harus dilakukan PCR. Apabila hasil swab PCR tersebut positif terpapar covid-19, maka atlet langsung di diskualifikasi.

"Jadi kesehatan ini menjadi perihal utama yang harus betul-betul dipersiapkan. Kalau dari segi teknik, fisik semua tidak ada yang berbeda, kalau teknik semua sama bantingan. Atlet gulat mana pun kalau teknik semua sama," ujarnya.

Namun, terpenting pula mendekati pertandingan ini harus dipersiapkan yaitu mental. Apalagi keberangkatan menuju PON Papua sekitar dua pekan kedepan.

"Kalau dari segi persaingan atlet, semua nya berat, karena kalau sudah bertanding di PON itu sudah atlet terbaik seluruh Indonesia. kalau melihat dari bayangan pra PON kemarin, semua atlet-atlet yang akan bertanding kuat-kuat, tinggal bagaimana daya tahan, karena kalau dari segi teknik sama semua," ungkap Irma.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved