Liputan Khusus

Judi Togel Tanpa Pandang Usia, Transaksi Lewat Handphone

Terlebih lagi transaksi serta pengumuman keluaran semakin mudah, yakni lewat handphone.

Penulis: Disa Aryandi |

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Judi totoan gelap (togel) sedang marak, termasuk juga di Pulau Belitung. Warga  berbagai usia, remaja hingga Lansia, lelaki maupun perempuan turut bermain judi yang dalam bahasa lokal disebut “buntut” ini. 

Terlebih lagi transaksi serta pengumuman keluaran semakin mudah, yakni lewat handphone

Tak sekadar mengutak-atik angka berdasarkan tafsir mimpi, pemasang juga mengaitkan segala sesuatu sebagai acuan menebak kombinasi nomor. 

Seperti yang terjadi pada suatu petang pekan kedua September 2020 lalu, di sebuah swayalan wilayah Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Dua orang tampak mengantre di kasir. Paling depan seorang perempuan berkacamata, berkerudung pink serta berkaus lengan panjang warna serupa. 

Di belakangnya seorang laki-laki memegang 

beberapa barang. Perempuan pegawai di mesin kasir tampak sibuk men-scan belanjaan milik pembeli di antrean terdepan itu. Setelah ditotal, muncul angka yang harus dibayar olehnya.

“Berapa kak?” tanyanya kepada kasir yang kemudian kasir mengulangi lagi nominal pembayaran.

“Wah kode alam ini,” ucap perempuan berusia sekitar 40-an tersebut.

Lelaki yang mengantre di belakangnya pun berceletuk, “Pasti mau pasang buntut (judi togel, red).”

Perempuan itu pun tak menampiknya. Bahkan ia sempat balik bertanya bila memasang empat angka, berapa jumlah yang didapat bila tembus alias menang.

Namun laki-laki itu mengku tidak tahu.

Sebelum berlalu meninggalkan swalayan, kepada Pos Belitung yang sebelumnya mengantre di barisan ketiga, si perempuan menyebut beberapa kali memasang togel dari kominasi angka hasil transaksi berbelanja. 

Ia mengaku pernah tembus alias memenangkannya. Fenomena demam togel pun melanda pasangan suami istri lanjut usia (lansia), sebut saja Kakek dan Nenek Oden (bukan nama sebenarnya). Usia si kakek sekitar 60-an sedangkan istrinya berkisar 55-an.

Nek Oden bercerita, sejak togel marak terlebih saat kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini, dirinya selalu memasang. Demikian juga suaminya.

“Aku mun masang endak gilak gede (tidak besar) duitnya, Rp1.000, Rp2.000, tapi banyak kini meli e (belinya). Pasang (kombinasi) due, tige numor (nomor). Mun empat numor jarang,” ucap warga Tanjungpandan ini kepada Pos Belitung beberapa waktu lalu.

Simak ulasan selengkapnya mengenai judi togel/buntut ini dalam Liputan Khusus Pos Belitung edisi Jumat (24/9/2021). (*)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved