Breaking News:

Berita Belitung

Toleransi Antar Umat Beragama di Desa Aik Pelempang Jaya Terbaik se-Bangka Belitung

Desa Aik Pelempang Jaya terpilih menjadi desa paling toleran di Bangka Belitung. Predikat sekaligus penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh Kep

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag menyerahkan penghargaan sebagai desa tertoleran kepada Kepala Desa Aik Pelempang Jaya Rezali, Sabtu (2/9/2021). Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Desa Aik Pelempang Jaya terpilih menjadi desa paling toleran di Bangka Belitung. Predikat sekaligus penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kemenag Nifasri ketika berkunjung ke Balai Pelatihan Desa Aik Pelempang Jaya, Sabtu (2/10/2021). 

Kepala Desa Aik Pelempang Jaya Rezali mengatakan, jika berbicara kerukunan, Pulau Belitung memang tidak bisa diragukan. Makanya tak mengherankan, jika minoritas sekalipun bisa menjadi pemimpin. 

"Begitu pun kami di desa. Selama saya memimpin tetap damai dan rukun. Lintas agama bisa berbaur dengan baik," katanya. 

Ia juga mengatakan bahwa warga desa di sana pun terdiri dari berbagai suku dan agama. Bahkan dari enam agama yang diakui di Indonesia, semuanya memiliki pemeluk masing-masing di desa tersebut. Mereka juga bisa hidup berdampingan secara harmonis. 

Keberagaman ini juga diakui Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Belitung Ramansyah. Menurutnya, di tengah kemajemukan masyarakat, tumbuh kerjasama dan kesetaraan, serta kepedulian yang tumbuh sendiri sehingga tidak ada konflik. 

Secara umum, kata dia, yang membuat Belitung yang kondusif dan tenteram karena masyarakat yang cinta damai, sehingga tidak pernah ada konflik antar agama. 

Senada dengan itu, Kabid Haji Kanwil yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Bangka Belitung Abdul Rohim menjelaskan bahwa penetapan desa sadar kerukunan telah dilakukan sejak 2017 silam. 

"Babel provinsi kepulauan yang hampir semua agama dan suku bangsa ada di sini. Indonesia bukan didirikan oleh satu agama atau satu golongan, tapi didirikan oleh semua agama dan golongan. Maka perbedaan agama adalah kekuatan, bukan kelemahan yang mudah menjadi titik celah orang memecah belah. Makanya pemerintah konsen membangun KUB," jelasnya. 

Menurut Rohim, nilai kerukunan dan toleransi memang telah menjadi keunggulan Bangka Belitung. Tak mengherankan jika rumah ibadah antar agama bisa di bangun berdampingan. 

"Di Pangkalpinang ada masjid dibangun nanti masjid kubah timah pertama yang berdekatan dengan gereja, makanya kami intens menjalin komunikasi dann harmonisasi dengan FKUB. Kami berharap menjadi provinsi zero conflict, tanpa konflik keagamaan agar moderasi beragama bisa diimplementasikan," ujarnya.(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved