Breaking News:

Berita Belitung

Anak Usia Dini Masih Masa Bermain Jangan Paksa Calistung, Ini Akibatnya

Pendidikan bagi anak usia dini yakni 1-6 tahun sebaiknya diarahkan agar anak bisa memainkan permainan yang merangsang otak untuk persiapan masuk SD. 

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Khamelia
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Pertemuan Bunda PAUD pada gerakan menuju PAUD holistik integratif yang berkualitas melalui peningkatan peran bunda PAUD di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Selasa (12/9/2021) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pendidikan bagi anak usia dini yakni 1-6 tahun sebaiknya diarahkan agar anak bisa memainkan permainan yang merangsang otak untuk persiapan masuk SD. 

Sehingga anak jangan dipaksa belajar membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Begitulah yang disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Belitung Asmara Sahani, Selasa (12/10/2021). 

Orang tua yang memiliki anak usia dini, lanjutnya, perlu memerhatikan kesehatan dan tumbuh kembang. Berbagai pihak pun bekerja sama dalam mendukung tumbuh kembang anak.

"Harapan kami karena sudah termasuk pendidik agar dapat bekerja sama dalam memberikan pendidikan terbaik dan bagi orang tua anak usia dini agar menjadi anak yang baik serta menjadi harapan bangsa," ujarnya, di sela kegiatan gerakan menuju PAUD holistik integratif yang berkualitas melalui peningkatan peran bunda PAUD di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung. 

Hal senada disampaikan Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal Dindikbud Kabupaten Belitung Yayan Afrianti. Menurutnya, anak usia dini jangan dipaksa agar bisa calistung dan menghafal karena bisa mengakibatkan keinginan literasi yang rendah. 

"Kalau anak diajar menemukan dan belajar sambil bermain, nantinya akan ada minat untuk menemukan dan bisa diimplementasikan ke bacaan. Dari situ dasar ketertarikan literasi," jelasnya. 

Maka dari itu, Dindikbud sebelumnya juga telah mengadakan bimtek lingkungan belajar yang berkualitas dan disampaikan ke semua kecamatan mengenai pembelajaran yang tepat bagi anak usia dini.

Selain itu, saat ini arah pengembangan dari Kemendikbud bukan lagi penuntasan satu desa satu PAUD tapi menuju PAUD berkualitas dengan penerapan holistik integratif. PAUD harus mendapat perhatian semua sektor, karena anak usia dini nantinya akan memegang peran.

Pemerintah pusat sekarang menggerakkan peran Bunda PAUD agar bisa mencapai PAUD berkualitas. Disebut PAUD berkualitas bukan hanya yang mempunyai sarana prasarana baik, tapi lebih ke pembelajaran bagaimana guru bisa menggali potensi anak PAUD. Guru menjadi fasilitator agar anak bisa menemukan, menggali, dan mengemukakan pendapatnya. Bukan membaca atau berhitung. 

Pada masa pandemi ini, kata Yayan, pendidikan anak usia dini di sekolah memang telah dilakukan dengan menyesuaikan protokol kesehatan. Makanya setiap satuan PAUD bukan hanya memastikan anak yang masuk dalam kondisi sehat, tapi gurunya juga dalam kondisi sehat. Kemudian anak harus mengenakan masker dari rumah, prokes diterapkan di sekolah meski memang anak usia dini ada tantangan tersendiri.

"Makanya jumlah kehadiran 5-6 murid dalam satu kelas agar guru lebih mudah mengawasi. Kondisi belajar sambil bermain, anak tetap diberi jarak. Tidak ada makan di kelas menghindari anak berinteraksi, kalau pun ada dilakukan sesudah jam belajar, itu pun dilayani orang tua masing-masing," tuturnya. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Tags
calistung
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved