Berita Belitung Timur
Maisinun Apresiasi Karya Peserta Pelatihan Batik Rembuding
Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Maisinun mengapresiasi hasil karya para peserta
Penulis: Bryan Bimantoro |
POSBELITUNG.CO, BELITUNG – Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Maisinun mengapresiasi hasil karya para peserta pelatihan batik Rembuding. Hal itu dikatakannya setelah melihat hasil karya mereka pada penutupan Pelatihan Batik Tulis Pewarna Alami Dan Sintetis di Sanggar Batik Rembuding di Desa Buding Kecamatan Kelapa Kampit, Jumat (15/10/2021).
“Dari baru datang tadi, lihat-lihat hasil karyanya luar biasa bagus. Dari sebelumnya batik rembuding ini sudah bagus coraknya, semoga dengan pelatihan ini lebih kali bagusnya,” kata Maisinun kepada posbelitung.co seperti dalam rilis Diskominfo Beltim.
Dalam arahannya Maisinun sudah menyematkan istilah pembatik kepada para peserta.
“Para Peserta pelatihan yang dilatih ini sudah menjadi pembatik Belitung Timur dan mudah-mudahan bisa menjadi pelaku usaha batik sama seperti Ibu narasumber,” ujar Maisinun kepada para peserta yang sudah berlatih selama sepuluh hari, mulai tanggal 6 Oktober yang lalu.
Maisinun menambahkan untuk menjadi pelaku usaha bisa dimulai dari nol, dari mulai melihat dan mencontoh kemudian terinspirasi dari orang lain.
“Dengan belajar kepada orang lain kita bisa berdiri sendiri, saya melihat corak batik di Belitung Timur sangat bagus, mudah-mudahan setelah adanya pelatihan ini Brand batik rembuding lebih keluar dan terkenal,” kata Maisinun yang juga menjabat sebagai Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Belitung Timur.
Dalam kesempatan ini Maisinun meminta pembinaan lanjutan dari Kepala Desa (Kades) Buding beserta Ibu kepada para peserta pelatihan membatik ini.
“Saya yakin dan percaya melalui pembinaan Bapak Kades Buding beserta Ibu apa yang menjadi inovasi dan usaha disini hasilnya akan baik. Saya sangat barharap banyak dengan para pembatik ini, kita ciptakanlah bagaimana kedepannya batik Belitung timur ini lebih dikenal orang dan dibeli orang luar, kita ikutkan pameran diluar daerah,” sambung Maisinun.
Maisinun juga menekankan kepada para peserta untuk terus melanjutkan kegiatan membatik sehabis dari pelatihan.
“Jangan sampai setelah pelatihan nanti menghilang, harus semangat dan ulet. Batik ini harus kita cintai dan pertahankan kita sudah punya batik sendiri," tukas Maisinun.
Tiwi Pontjowati yang merupakan narasumber dari pelatihan ini dan juga Pimpinan Alya Batik Kabupaten Trenggalek Provinsi Jatim mengaku senang dan bahagia selama sepuluh hari mengajar peserta pelatihan batik rembuding, dirinya mengaku dekat dengan para peserta dan panitia pelatihan
“Ibu-Ibu, Kakak-kakak para peserta pelatihan ini ramah, banyak bercanda, banyak bertukar pikiran dan pelayanan panitia kepada kami juga baik,” ujar Tiwi.
Tiwi melanjutkan bahwa untuk membuat batik yang bagus selain penggunaan canting yang baik juga membutuhkan pengalaman, namun berdasarkan pengalamannya menjadi pelatih di tempat lain, hasil karya para peserta membatik ini sudah lebih dari cukup.
“Hasilnya sudah bagus hanya perlu Latihan-latihan saja, saya harap para peserta pelatihan tidak mudah putus asa, di Belitung Timur ini masih banyak peluang untuk membuka toko batik, dan saya yakin dari peserta ini ada yang membuka usaha kerajinan batik,” harapnya.
Menurut Tiwi ada kendala yang dialaminya saat melakukan proses pencelupan batik saat pelatihan, kesulitan tersebut karena air sumur di Kantor Desa Buding yang merupakan tempat pelatihan mengandung pirit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20211015-foto-bersama-usai-pelatihan-jumat-15102021.jpg)