Breaking News:

Berita Belitung

Jangan Tunggu Konflik, Gapabel Minta Tertibkan TI Rajuk Ilegal di Laut Munsang

Maraknya tambang laut ilegal di Dusun Munsang, Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung menjadi topik hangat

Penulis: Dede Suhendar | Editor: nurhayati
Dok/Pifin Heriyanto
Pifin Heriyanto (kiri) bersama Ketua Gapabel Yudha 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Maraknya tambang laut ilegal di Dusun Munsang, Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung menjadi topik hangat di media sosial beberapa waktu lalu.

Dari foto yang beredar diduga puluhan ponton rajuk bersusun di daerah laut menambang timah.

Komunitas Gabungan Pecinta Alam Belitung (Gapabel) sangat menyayangkan dan mengecam aktifitas tambang laut di laut Munsang.

"Ini jelas jelas sudah melanggar aturan dan melanggar Undang-Undang karena laut Belitong jelas-jelas bukan wilayah tambang. Belum lagi permasalahan rusaknya ekosistem laut yang berdampak jelas terhadap pendapatan tangkapan nelayan," sesal Kepala Divisi Advokas Gapabel Pifin Heriyanto kepada Posbelitung.co, Rabu (3/11/2021).

Pifin menegaskan seharusnya pemerintah daerah maupun provinsi sebagai pemangku kebijakan segera menindaklanjuti informasi tersebut sebelum ekosistem laut semakin rusak.

Selain itu, kata dia, aktivitas TI rajuk ilegal itu juga berpotensi memicu terjadinya konflik horizontal antar kelompok penambang dan nelayan.

"Apakah harus menunggu terjadinya kerusakan lingkungan dan konflik, baru akan bertindak," kata Pifin.

Menurutnya, Gapabel juga menyoroti adanya informasi bekingan oleh oknum yang diduga mengamankan aktifitas tersebut.

Oleh sebab itu, perlu diselidiki kebenarannya jangan sampai hanya menguntungkan segelintir pihak tetapi merugikan banyak orang.

"Oleh karena itu kami meminta untuk segera dilakukan penertiban sebagai wujud dari komitmen kita bersama agar wilayah Belitong bebas dari tambang laut. Selain itu juga jelas dengan adanya aktivitas tersebut menurunkan wibawa pemerintah dan aparat hukum karena melakukan pembiaran terhadap pelanggaran hukum," sesalnya. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved