Lipsus Geosite Baru Belitong Geopark
Geosite Memperluas Promosi Destinasi
Lokasi-lokasi tersebut memiliki beragam potensi yang dikelola komunitas masyarakat. Satu di antaranya Desa Wisata Kreatif Terong, Kecamatan Sijuk.
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Geopark Belitong memiliki 21 geosite yang tersebar di Pulau Belitung.
Lokasi-lokasi tersebut memiliki beragam potensi yang dikelola komunitas masyarakat. Satu di antaranya Desa Wisata Kreatif Terong, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Bellitung.
"Menjadi bagian geopark, selain mengenal kami sebagai desa wisata, juga sebagai geosite. Bagi kami itu sudah luar biasa," kata PIC Deswis Kreatif Terong Iswandi, Kamis (11/11/2021), sembari menambahkan menjadi geosite berarti memperluas jaringan promosi.
Menurutnya, sejauh ini pengembangan dari bantuan fisik memang belum ada namun sudah banyak bantuan dari segi peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang difasilitasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan kementerian. Seperti yang terbaru ada pelatihan pemandu geo-wisata.
Meski kunjungan turis sepi saat pandemi, Iswandi menyebut kini perlahan sudah ada yang memesan paket-paket wisata. Baru-baru ini kedatangan rombongan studi banding dari Bangka Selatan yang mengambil paket makan bedulang dan wisata edukasi.
Baca juga: Empat Geosite Baru Dongkrak Pariwisata Belitung
Tak hanya itu, dalam waktu dekat mereka juga akan datang rombongan studi banding dari Sumatera Barat dan forum kelompok sadar wisata (pokdarwis).
Pengembangan di lokasi geosite juga tampak di Tebat Rasau, Kecamatan Simpangrenggiang, Kabupaten Belitung Timur.
Ketua Komunitas Tebat Rasau Nasidi mengatakan, cukup banyak fasilitas yang dibangun dari bantuan pemerintah maupun BUMN.
Antara lain pondok inap atau cottage, objek rumah akuarium, galeri, hingga sirkuit gasing.
"Rencananya ada rehabilitasi jembatan yang agak permanen, karena yang sekarang masih terbuat dari kayu sehingga tidak begitu kokoh. Mudah-mudahan bisa terwujud," kata Nasidi.
Objek wisata yang menjual keindahan potensi sungai purba ini juga kini telah membuka diri dari tamu-tamu wisata. Selama ini pengembangan yang dilakukan juga tak semata fasilitas penunjang objek namun juga SDM.
"Kami (pengelola, red) telah mengikuti pelatihan pemandu wisata hingga pelatihan kegawatdaruratan," ucap Nasidi. (del)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20210919-aikrusa.jpg)