Oknum Polisi Viral Ditangkap Warga Hendak Memeras Mengaku Baru Satu Kali, Terancam Bui 9 Tahun

Baru-baru ini viral sebuah video seorang pria berseragam polisi dikerubungi warga karena diduga melakukan pungutan liar kepada penggunan jalan.

TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY
Polisi yang viral memeras warga di Dr. Mansyur berinisial PK akhirnya tertunduk saat menghadiri paparan di Mako Polrestabes Medan, Sabtu (13/11/2021). 

POSBELITUNG. CO - Baru-baru ini viral sebuah video seorang pria berseragam polisi dikerubungi warga karena diduga melakukan pungutan liar kepada penggunan jalan.

Polisi dalam video yang terjadi di Medan, Sumatera Utara tersebut sempat diduga sebagai polisi gadungan sehingga nyaris dihakimi warga.

Belakangan diketahui yang bersangkutan adalah oknum polisi berpangkat Bripka dengan berinisial PK anggotan Polrestabes Medan.

Ia mengaku baru sekali beraksi memeras pengendara sepeda motor di jalan Dr. Mansyur.

Wakapolrestabes Medan AKBP M Irsan Sinuhaji yang memimpin paparan mengungkapkan bahwa berdasarkan pengakuan PK, baru kali ini melakukan tindakan tidak terpuji tersebut.

"Tapi kita tidak perduli (berapa kali PK melakukan pemerasan), yang jelas sudah ada korban dan perbuatannya," AKBP Irsan di Mako Polrestabes Medan, Sabtu (13/11/2021).

"Dari kejadian (11 November 2021) tersebut, ditemukan uang Rp 100 ribu pecahan Rp 50 ribu. Beserta STNK kendaraan dari korban," tambahnya.

Saat kejadian, diketahui PK memakai seragam Dinas Polri serta rompi.

PK pun memepet korban berinisial NW dan meminta dokumen SIM dan STNK.

Lantaran NW tidak memiliki SIM, PK pun meminta uang sebesar Rp 200 ribu agar tidak menahan sepeda motornya.

Karena merasa takut, NW memilih negosiasi dan kebetulan hanya memegang uang Rp 100 ribu pecahan dua lembar uang Rp 50 ribu.

Saat NW ingin menyerahkan uang, rupanya ada masyarakat yang berteriak mengatakan PK adalah polisi gadungan.

Uang yang mau diberikan NW pun terjatuh.

Tak lama masyarakat tiba-tiba berkerumun langsung mengelilingi NW dan PK.

PK sempat mau dihajar massa dan cekcok dengan masyarakat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved