Operasi Pasar di Belitung, Cuma 2,5 Jam 3 Ton Lebih Minyak Goreng Ludes

Melibatkan distributor lokal, barang-barang seperti beras, minyak goreng, gula, bahkan daging beku dijual langsung ke masyarakat.

pos belitung
Masyarakat saat berbelanja kebutuhan pokok di pasar murah di halaman Gedung Nasional, Tanjungpandan, Jumat (28/11/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengadakan operasi pasar murah di halaman Gedung Nasional, Tanjungpandan, Belitung, Jumat (26/11/2021).

Operasi pasar yang berlangsung mulai pukul 7.30 WIB itu dipenuhi pembeli yang datang silih berganti.

Melibatkan distributor lokal, barang-barang seperti beras, minyak goreng, gula, bahkan daging beku dijual langsung ke masyarakat.

Beragam bahan kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih miring dibandingkan pasaran. Tak heran, dalam 2,5 jam saja, berton-ton minyak goreng ludes diburu masyarakat.

Kepala Disperindag Babel, Tarmin AB mengatakan, operasi pasar ini dilakukan menyikapi kenaikan harga beberapa komoditas kebutuhan pokok, terutama minyak goreng.

"Yang difokuskan distributor ini membawa minyak goreng hampir 3,5 ton yang dijual. Ludes semua," katanya.

Secara rinci, minyak goreng tersebut berasal dari distributor BTK Rudiman membawa sebanyak 3 ribu liter atau 3 ton, CV Menara membawa 480 liter, dan Bulog sebanyak 48 liter. Totalnya sebanyak 3.528 liter habis dibeli masyarakat.

Berdasarkan pantauan Disperindag Bangka Belitung harga minyak goreng di pasaran Belitung berkisar antara Rp21.000-Rp22.000, namun di pasar murah dijual Rp16.000-16.500.

Tingginya harga minyak goreng saat ini, kata Tarmin, bukan hanya terjadi di Bangka Belitung saja, tapi seluruh Indonesia karena harga tandan buah segar (TBS) sawit dan crude palm oil (CPO) tinggi.

Baiknya harga bahan baku menyebabkan produk turunannya ikut melonjak. Kenaikan tersebut bukan hanya di level pedagang, tapi juga pabrik dan distributor.

"Melalui operasi pasar ini kami minta mereka (distributor) merasakan berbagi dengan masyarakat sehingga bisa menjual lebih murah dan diturunkan dari harga yang seharusnya dijual ke masyarakat," ucapnya.

Selama 2021 ini, Disperindag Babel telah menggelar dua kali pasar murah di Belitung maupun Belitung Timur. Maka hingga akhir tahun ini tak ada lagi kegiatan tersebut.

"Mendekati natal dan tahun baru masih ada pasar murah tapi dilakukan di Pangkalpinang. Karena sudah dilakukan dua kali Belitung dan Belitung Timur," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Usaha Perdagangan Dinas KUMKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung, Rita Yuliani mengatakan, sampai akhir tahun ini pihaknya juga tidak lagi menggelar pasar murah.

"Kalau untuk kegiatan ini (pasar murah) kami bekerja sama saja dengan Disperindag Bangka Belitung untuk menyiapkan tempat dan menghubungi distributor. Luar biasa antusiasme masyarakat," tuturnya.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved