Berita Belitung

Kabupaten Belitung Ekspor Perdana Hasil Perikanan dengan Sistem Langsung ke Singapura

Pelepasan ekspor perdana ini, berlangsung di area cold storage samping kantor Dinas Perikanan Kabupaten Belitung.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Hendra
Pos Belitung/Disa Aryandi
Hasil perikanan dari Kabupaten Belitung diekspor langsung ke Singapura, Rabu (1/12/2021) sore. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Bupati Belitung, H Sahani Saleh (Sanem) melepas langsung ekspor perdana hasil perikanan Belitung ke Singapura, di area cold storage samping kantor Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Rabu (1/12/2021) sore. 

Hasil perikanan yang di ekspor ini, fillet ikan ekor kuning dan pisang-pisang sebanyak 11.880 Kg.

Kemudian cumi beku, slipper lobster, fillet aruantasek beku sebanyak 13.410 Kg.

"Untuk tujuannya Singapura dan ini baru perdana. Biasa melewati Jakarta, jadi yang terdata itu asal barang dari Jakarta, nah kalau dengan sistem langsung ini tidak, jadi yang terdata ekspor berasal dari Belitung," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Firdaus Zamri kepada posbelitung.co, Rabu (1/12/2021).

Pelepasan ekspor perdana ini, berlangsung di area cold storage samping kantor Dinas Perikanan Kabupaten Belitung. Hasil perikanan yang di ekspor ini, fillet ikan ekor kuning dan pisang-pisang sebanyak 11.880 Kg.

Ikut mendampingi pelepasan ekspor sistem langsung ini, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Firdaus Zamri, Kepala Bea Cukai Tanjungpandan Jerry Kurniawan serta Penangung Jawab (PJ) Kantor Statiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Pangkalpinang wilayah kerja Tanjungpandan Hafrial .

Ekspor secara langsung ini sudah pernah dilakukan pada tahun 2015 yang lalu.

"Jadi kalau sekarang ini PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) di terbitkan di Belitung langsung. Kalau kemarin - kemarin di Jakarta, melalui bursa," ucapnya.

Ekspor sistem langsung ini, tetap hasil perikanan ini terlebih dahulu dikirim ke Jakarta. Hanya saja, tidak beralih ke kontainer alias tetap menggunakan kontainer dari Belitung.

"Jadi hanya berpindah kapal saja. Ini tentu kabar baik untuk para nelayan, jadi apa yang selama ini menjadi kendala di nelayan soal harga, dengan adanya ini harga ikan bisa kembali stabil, dan ekspor tidak terhambat lagi," jelasnya.

Sanem mengatakan, untuk kegiatan ekspor ini sebetulnya sudah terbuka. Hanya saja sempat terjadi moratorium di Pemerintah Pusat, sehingga terhenti.

"Tapi dengan adanya ini, tentu akan kami dorong lagi ekspor secara terus menerus. Bukan hanya ke Singapura saja, tapi ke Negera lain juga, dan sehingga nanti berdampak kepada harga ikan di nelayan tetap tinggi, dan itu bagus," kata Sanem.

Ia berharap dengan adanya ekspor ini, dan Belitung sekarang ini memiliki 11 cold storage, didukung jenis ikan di Belitung banyak tidak ada alasan lagi kedepan harga ikan atau hasil laut nya murah.

"Karena yang membuat harga ikan ini murah  cold storage penuh, stok banyak tidak ada yang mau ngambil. Tapi kalau sudah seperti ini, saya minta harga ikan di nelayan kembali seperti dulu, seperti cumi-cumi biasa Rp100 ribu per kilogram, sekarang hanya Rp60 ribu, nah ini harus dikembalikan lagi seperti harga semula," bebernya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Ada Persoalan di Pelabuhan

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved