Lipsus Kue Satu Khas Belitung
Mirza Sebut Produk UMKM Butuh Perbaikan Kemasan dan Endorse
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyarankan perlu promosi yang lebih banyak untuk memperkenalkan kue-kue kering tersebut.
Penulis: Dede Suhendar |
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Panganan Kue Satu, Rintak, Nastar dan kue kering lainnya memang sudah menjadi produk hasil olahan UMKM di Kabupaten Belitung.
Menurut Anggota DPRD Kabupaten Belitung Mirza Dallyodi, deretan kue kering tersebut seakan menjadi cemilan wajib dan sering dinikmati menjelang penghujung hari raya.
Namun justru kurang diminati saat hari biasa terutama untuk buah tangan bagi wisatawan.
"Kue Satu itu sebenarnya ada dua macam, ada berbahan sagu kelapa dan kacang hiijau. Yang sagu kelapa itu paling laris karena tidak keras dan gurih dibandingkan kacang hijau," ujarnya kepada posbelitung.co, Jumat (3/12/2021).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyarankan perlu promosi yang lebih banyak untuk memperkenalkan kue-kue kering tersebut.
Mengikuti perkembangan zaman saat ini, promosi akan lebih berdampak jika di-endorse oleh tokoh atau sosok melalui akun media sosial.
"Jadi produk ini bisa lebih terangkat lagi sebagai makanan cemilan ditemani segelas teh atau kopi. Kesannya bukan hanya momen lebaran saja," kata Mirza.
Selain itu, lanjutnya, produsen harus lebih memperhatikan pengemasan dengan ide kreatif menyesuaikan kebutuhan konsumen.
Sebab, kue kering biasanya dikemas dengan toples sehingga agak sulit dibawa sebagai oleh-oleh.
Jika dikemas lebih kecil dan kemasannya didesain unik secara otomatis mempengaruhi daya tariknya.
Penambahan narasi melalui barcode juga menambah daya tarik sehingga pembeli mendapat informasi cara pengolahan, bahan-bahan dan bila perlu sejarahnya.
"Dari sisi-sisi itu sebenarnya harus diperbaiki untuk produk tradisional. Jangan sampai nanti punah di tengah persaingan produk dari luar daerah," katanya.
Secara pribadi, Mirza juga menyukai kue kering tersebut sebagai cemilan sehari-hari.
Namun untuk memperolehnya memang agak sulit karena produksinya terbatas di luar momen lebaran.
"Memang kue itu enak sebenarnya. Jadi tinggal diperbaiki kemasannya, diendorse dan dipaksakan misalnya harus ada di setiap warung kopi," katanya.
(posbelitung.co/dede s)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20211203-mirza-dallyodi.jpg)