Erzaldi Rosman
Gubernur Erzaldi Ajarkan Prinsip Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Kerja Ikhlas kepada Warga Binaan
Ia juga mengapresiasi motto yang dikenalkan Lapas Pangkalpinang, yaitu kreativitas tanpa batas di tempat yang terbatas.
Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, hadir dalam kegiatan Bimbingan Teknis Teknologi Pertanian bagi Warga Binaan di Aula Lapas Pangkalpinang, Kamis (16/12/2021).
Kepada puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tuatunu, Pangkalpinang, ia menyampaikan tiga prinsip hidup yang harus dilakukan. Yakni kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.
Ketiga hal tersebut sekaligus sebagai motivasi bagi para warga binaan untuk tetap berkarya, walaupun sedang dalam masa menjalani proses hukum.
Gubernur Erzaldi ingin memastikan warga binaan akan menjadi pribadi yang lebih baik selepas dari lapas nantinya.
"Kerja keras membuat kita bertahan hidup, kerja cerdas membuat kita menikmati hidup, kerja ikhlas membuat kita mensyukuri hidup. Kalau tiga tipe kerja itu kita kerjakan, Insya Allah akan bahagia hidup dunia akhirat," kata Erzaldi dalam rilis yang diterima wartawan, Jumat (17/12/2021).
Ia juga mengapresiasi motto yang dikenalkan Lapas Pangkalpinang, yaitu kreativitas tanpa batas di tempat yang terbatas.
Dengan motto tersebut, ia melihat adanya keseriusan yang ditunjukkan pihak lapas dalam membina para warga binaan.
Oleh karena itu pula, menjadi alasan dirinya mendukung penuh kegiatan bimtek yang dilaksanakan.
"Alhamdulillah motto hidup di sini luar biasa. Kalau sudah semua yang ada di sini, baik anggota, warga binaan, sudah hidup seperti ini berarti acara bimbingan teknis ini akan memberikan manfaat kepada bapak ibu," kata Gubernur Erzaldi.
Gubernur Erzaldi juga meminta kepada seluruh warga binaan yang ikut dalam program tersebut, agar mengikuti bimtek pengetahuan okulasi tanaman dan pembibitan dengan sebaik-baiknya, sehingga akan memberikan hasil yang positif dan dapat dikembangkan kembali saat bersosialisasi di tengah masyarakat nantinya.
"Warga binaan memang warga yang harus kita bina, bukan dibinasakan. Kehadiran mereka di sini bukan keinginan mereka, tetapi karena sesuatu hal. Tolong Kalapas berdayakan mereka sehingga betul-betul terberdayakan dengan baik. Maka saya menyambut baik usaha dan pembinaan ini, tinggal bagaimana kawan-kawan warga binaan menanggapinya," jelasnya.
"Jadi tolong, ini kegiatan yang bagus yang harus kita manfaatkan dengan baik, kita harus menyediakan bibit yang banyak melalui ilmu okulasi ini. Saya yakin, kalau kita mengikuti bimtek ini dengan baik dan benar, kalian tidak akan merasa minder berada di tengah masyarakat ketika keluar dari sini, tapi justru orang yang butuh dengan kalian," tambah Gubernur Erzaldi.
Orang nomor satu di Babel itu juga mengingatkan pihak terkait seperti Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Balai Karantina untuk memberikan bimbingan kepada warga binaan.
Gubernur juga memberikan target-target tanaman yang harus dibudidayakan di atas lahan seluas tiga hektare yang telah disiapkan oleh warga binaan dalam pengawasan BPTP, Balai Karantina, dan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang.
"Saya minta tolong, bina kawan-kawan di sini bagaimana teknis membuat pembibitan dengan berbagai sistem pelatihan-pelatihan lainnya. Manfaatkan lahan yang tadinya lahan tidur, kita sulap menjadi lahan yang bermanfaat. Unit ini harus jadi, saya minta disertifikatkan, dan saya akan menjadi pemesan pertama kali," lanjutnya.
Kegiatan bimtek itu dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Babel, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Babel, Kepala Balai Karantina Pangkalpinang, Perwakilan MUI Pangkalpinang, Kepala Dinas Kesehatan Babel, dan Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, serta mitra pertanian Pemprov Babel. (*/Riki Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20211217-gubernur-babel-erzaldi-rosman-hadiri-bimtek-teknologi-pertanian-bagi-warga-binaan.jpg)