Lipsus Budidaya Kepiting Bakau

Budidaya Kepiting Bakau Sering Gagal, Firdaus: Perlu Penelitian Kualitas Air

Kendala yang dihadapi oleh pembudidaya kepiting bakau ini memang pada benih itu sendiri yang sering gagal atau mati.

Penulis: Dede Suhendar |
istimewa
Firdaus SPi, Guru Produktif Agribisnis Perikanan. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Firdaus SPi, Guru Produktif Agribisnis Perikanan mengatakan, sebenarnya kepiting bakau itu memang sangat berpotensi karena harga jualnya tinggi di pasaran baik lokal maupun ekspor.

Kendala yang dihadapi oleh pembudidaya kepiting bakau ini memang pada benih itu sendiri yang sering gagal atau mati.

Oleh sebab itu diperlukan penelitian terhadap kualitas air di lokasi yang akan dijadikan tempat budidaya. Kandungan kadar garam, tinggi curah hujan dan lainnya misalnya memang harus diteliti di laboratorium.

"Selain itu, pengaruh bakteri yang menyebabkan munculnya penyakit dan berakibat benih kepiting mati. Hasil penelitian tersebut akan menjawab kendala sekaligus memunculkan solusi yang selama ini dihadapi pembudidaya di Belitung," kata Firdaus kepada Pos Belitung, Kamis (20/1/2022).

Dikatakannya, karena kalau pembenihan hanya berharap tangkapan dari alam tetap akan sulit. Proses pembenihan di alam mulai dari siklus bertelur terdapat waktu tertentu atau tidak sepanjang hari. Sementara permintaan pasar tidak bisa menunggu dalam jangka waktu yang lama.

Menurut Firdaus, sebenarnya budidaya kepiting bakau bisa dilakukan sama halnya dengan budidaya udang yang mulai berjalan di Belitung.

Hanya saja dibutuhkan penelitian dari laboratorium sebelum budidaya dilakukan. Kalau memang daerah Belitung tidak cocok, bisa saja dicoba di daerah Belitung Timur.

(Posbelitung.co/dede s)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved