9 Warga Belitung Terpapar Omicron dan Dinyatakan Sembuh, Begini Penjelasan Satgas Covid-19 Babel
Mikron menegaskan, saat ini sembilan pasien positif varian Omicron itu telah dinyatakan sembuh dan telah beraktivitas seperti biasa.
Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Kasus Covid-19 Varian Omicron di Kabupaten Belitung pada Rabu (2/2/2022) kemarin terdata berjumlah sembilan kasus.
Sembilan kasus ini berasal dari sampel yang dikirim UPT RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan ke Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) di Jakarta.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium GSI, sembilan sampel dinyatakan positif varian Omicron.
"Kemarin sudah dirilis oleh Pemda Belitung mengatakan ada sembilan sampel dikirim ke GSI, awalnya delapan orang hasilnya keluar positif varian Omicron. Kemudian, datang lagi laporan satu positif Omicron, sehingga total sembilan orang positif Omicron," kata Sekretaris Percepatan Penanganan Satgas Covid-19 Bangka Belitung, Mikron Antariksa, kepada Bangkapos.com di Puskesmas Pasir Putih, Kamis (3/2/2022).
Selain itu, semua pasien yang terpapar varian Omicron tersebut, sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi mandiri dan pengawasan dari tenaga kesehatan.
Mikron menjelaskan alasan mengapa pasien positif varian Omicron cepat sembuh, yakni karena telah melakukan isolasi mandiri sejak dinyatakan terpapar Covid-19 Januari 2022 lalu.
Kemudian, diambil sampel dan baru dikirimkan ke Laboratorium GSI pada 24 Januari 2022.
"Jadi memang kondisi mereka ini telah melakukan isolasi mandiri selama mereka dinyatakan positif Covid-19, tanggalnya di bawah 20 Januari. Lalu, pengambilan sampel dilakukan 19 Januari dan dikirim 24 Januari. Hasilnya disampaikan ke Pemda Belitung 1 Februari, diumumkan 2 Februari," jelasnya.
Mikron menegaskan, saat ini sembilan pasien positif varian Omicron itu telah dinyatakan sembuh dan telah beraktivitas seperti biasa.
"Sudah selesai melaksanakan isolasi mandiri, karenanya dikatakan sembuh, mereka dalam kondisi sehat dan tidak ada gejala yang berat. Karena sebelumnya sudah melakukan isolasi mandiri dan sudah kembali beraktivitas," terangnya.
BOR di Bawah 10 Persen
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Andri Nurtito, mengatakan, tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit khusus Covid-19 di Babel masih di bawah 10 persen.
"Omicron sudah ada di Babel, namun penularannya memang lebih cepat, 4 sampai 6 kali lebih dari varian yang lain. Cuman tingkat keparahan tidak terlalu berat. Kemungkinan lebih banyak isolasi mandiri dan terpusat saja, tidak semua masuk rumah sakit, tidak cukup, kemungkinan sangat sedikit," kata Andri.
Walaupun tingkat keparahan varian Omicron tak terlalu berat, lanjutnya, namun menjadi perhatian pemerintah, terutama pasien yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan.
"Untuk pemantauan isoman, kami harapkan puskesmas atau puskesmas pembantu memantau terselenggara nyaisolasi mandiri. Terutama usia di bawah 45 tahun, tanpa komorbid, kemudian rumahnya memenuhi syarat, bila tidak memenuhi syarat, gejala ringan bisa isolasi terpadu," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20220203-vaksinasi-booster-yang-digelar-pemprov-babel-bersama-tnipolri.jpg)