Berita Belitung

Diduga Sakit Lambung, Nelayan Panah Meninggal saat Melaut, Sempat Dibangunkan Anak untuk IMinum Teh

Para awak kapal akhirnya memutuskan kembali merapat ke Pelabuhan Tanjungpandan dan Wahid dibawa ke RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Satreskrim Polres Belitung
Jenazah Wahid dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Marsidi Judono. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Diduga sakit, Wahid (55), seorang nelayan kapal panah meninggal dunia saat melaut pada Minggu (13/3/2022).

Para awak kapal akhirnya memutuskan kembali merapat ke Pelabuhan Tanjungpandan dan Wahid dibawa ke RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan.

Kasat Reskrim Polres Belitung, Iptu Edi Purwanto, mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh Wahid.

"Iya benar, seorang ABK kapal yang berada di Pelabuhan Tanjungpandan meninggal dunia, diduga sakit karena memiliki riwayat penyakit lambung," kata Edi kepada Posbelitung.co, Minggu (13/3/2022).

Kronologis berawal saat Wahid berangkat melaut bersama kapal panah pada tanggal 9 Maret 2022 sejauh 70 mil mencari ikan.

Tetapi sebelum berangkat, pria asal Sumbawa itu sempat mengeluh sakit lambung dan tetap memaksakan diri.

Kemudian pada Minggu (13/3/2022) sekitar pukul 04.00 WIB, anak Wahid sempat membangunkannya untuk minum teh sebelum beraktivitas.

"Setelah beberapa kali dipanggil, korban tidak bangun sehingga anaknya mengecek kondisi korban. Ternyata korban sudah terbujur kaku dengan mulut mengeluarkan buih," ungkap Edi.

Akhirnya kapal kembali ke wilayah Pelabuhan Tanjungpandan dan Wahid dievakuasi ke RSUD Marsidi Judono. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved