Perang Rusia dan Ukraina
Rusia Klaim Perang Dunia III Sudah Terjadi, Bersiap Serang Pangkalan NATO, Amerika Ikut Terlibat
Amerika dan negara barat cuma memprovokasi, rakyat Ukraina jadi korban militernya sendiri. Rusia kini bersiap serang pangkalan NATO
POSBELITUNG.CO -- Keterlibatan Amerika Serikat, Inggris dan NATO benar-benar membuat Rusia berang.
Apalagi mereka tak menghiraukan peringatan Rusia agar tak mengirimkan bantuan senjata kepada Ukraina.
Sejumlah pengamat khawatir, Presiden Rusia Vladimir Putin akan bertindak lebih keras dan nekat lagi kepada Ukraina dengan para sekutunya.
Pangkalan NATO bukan tak mungkin bakal menjadi target serangan Rusia selain Ukraina.
Baca juga: Amerika Campur Tangan, Vladimir Putin Serius Ancam AS dan NATO Usai Beri Bantuan Senjata ke Ukraina
Hal ini dikhawatirkan pula akan terjadi memicu Perang Dunia III.
Bahkan media massa milik pemerintah Rusia kini sudah mengklaim sedang menghadapi Perang Dunia III.
Diberitakan oleh sebuah stasiun televisi milik pemerintah Rusia, saat ini Rusia sedang berperang dengan NATO.
Seperti yang diketahui, hampir tiga bulan konflik antara Rusia dan Ukraina berlangsung sejak 24 Februari 2022 lalu.
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, sejak awal terjadinya konflik, negara-negara barat khususnya Inggris dan Amerika Serikat (AS) rutin mengirimkan senjata dan peralatan militer kepada Ukraina.
Olga Skabeyeva, satu dari beberapa tokoh media pemerintah Rusia menyebut konflik antara Ukraina dan Rusia telah berkembang sedimikian rupa hingga saat ini telah menjadi perang antara Rusia dan NATO.
Skabeyeva lalu menjelaskan bagaimana warga sipil di Ukraina tidak melihat adanya genosida yang dilakukan oleh tentara Rusia.
"Di daerah Kharkiv, mereka (warga Ukraina) menyambut tentara kita layaknya pembebas," ujarnya.
Skabeyeva mengatakan, para warga sipil Ukraina justru mencurigai pasukan militer negara mereka sendiri lah yang melakukan kejahatan perang.
News anchor lainnya bernama Olesya Loseva menjelaskan kepada penonton bagaimana negara-negara barat melakukan aksi provokasi dengan cara mengirimkan banyak senjata ke Ukraina.
Seorang komentator militer bernama Dmitry Drozdenko yang hadir dalam acara TV pemerintah Rusia menjelaskan bahwa negara-negara barat sudah sejak lama bersiap untuk melakukan perang.
Baca juga: Vladimir Putin Ekonomi AS Anjlok, Dollar Cuma Kertas Tak Berharga, Inflasi Tinggi Tak Terkendali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/rudal-s-400.jpg)