Perang Rusia dan Ukraina
Hidup atau Mati, Ultimatum Rusia ke Pasukan Ukraina dan Pejuang Asing yang Sembunyi di Mariupol
Rusia memberi pilihan jika ingin hidup pasukan Ukraina dan pejuang asing di Mariupol harus meletakkan senjata tanpa perlawanan
POSBELITUNG.CO, MOSKWA - Ultimatum tegas diberikan militer Rusia kepada pasukan Ukraina dan pejuang asing yang bersembunyi di pabrik metalurgi Azovstal di Kota Mariupol, Ukraina Timur.
Jika masih ingin hidup mereka harus meletakkan senjatanya dan tak melawan kepada pasukan Rusia.
Batas waktu yang diberikan hingga Selasa tengah hari waktu Moskwa, Rusia.
Tapi jika tak mengindahkan ultimatum tersebut, Rusia akan menghabisi tentara Ukraina dan pejuang asing tersebut.
Baca juga: Ukraina Gigit Jari, Belum Sempat Dipakai Senjata Bantuan Amerika Hancur Lebur Diserang Rudal Rusia
Mariupol yang telah dikepung oleh pasukan Rusia selama berminggu-minggu telah menyaksikan pertempuran paling sengit dan kehancuran paling komprehensif sejak Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari.
Pihak berwenang Ukraina mengatakan pada Senin (18/4/2022), bahwa tidak kurang dari 1.000 warga sipil tengah bersembunyi di tempat perlindungan bawah tanah di bawah pabrik Azovstal yang luas.
Mereka menyampaikan bahwa Rusia telah menjatuhkan bom berat ke pabrik yang dikuasai Ukraina di kota yang terkepung itu.
Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa mengeluarkan pernyataan yang menyerukan pasukan Ukraina dan pejuang asing di dalam pabrik untuk menyerah.
"Semua yang meletakkan senjata dijamin akan tetap hidup," kata Kementerian Pertahanan Rusia, dilansir dari Reuters.
Kementerian meminta pasukan Ukraina untuk mundur dari pabrik baja antara pukul 14.00 dan 16.00 waktu Moskwa (18.00 WIB dan 20.00 WIB) tanpa kecuali, tanpa senjata, dan tanpa amunisi.
Peringatan Kementerian Pertahanan Rusia ini diketahui datang setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Senin malam mengumumkan dimulainya serangan baru oleh Moskwa, yang difokuskan di timur negara bekas Soviet itu.
Baca juga: Amerika Serikat Dukung Israel Serang Warga Sipil Palestina, Perlakuan Beda saat Rusia Invasi Ukraina
"Kami sekali lagi meminta pihak berwenang Kyiv untuk menunjukkan alasan dan memberikan perintah yang sesuai kepada para pejuang untuk menghentikan perlawanan mereka yang tidak masuk akal," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.
"Tapi, memahami bahwa mereka tidak akan mendapatkan instruksi dan perintah seperti itu dari otoritas Kyiv, kami meminta (para pejuang) untuk secara sukarela mengambil keputusan ini dan meletakkan senjata mereka," tambah Kementerian Pertahanan Rusia.
Pernyataan itu tidak menyebutkan secara langsung serangan darat baru di Ukraina timur.
Tetapi, memperingatkan bahwa Moskwa memiliki bukti real-time tentang kejahatan baru yang mengerikan yang sedang dipersiapkan oleh rezim Kyiv.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/donbass-di-bom-militer-rusia.jpg)