Kabar Selebriti

Selama Ini Bengkak, Ternyata Ada 5 Batu yang Mengendap di Kantung Empedu Maia Estianty:

Setelah dirawat 3 hari 2 malam di rumah sakit, Maia Estianty akhirnya pulang ke rumah. Maia Estianty  menjalani operasi pengangkatan batu empedu

Youtube Maia ALELDUL TV
Maia Estianty saat dirawat di rumah sakit. 

Maia menjelaskan, dia disarankan tidak makan makanan yang berlemak untuk sementara.

"(Setelah operasi) langsung bisa minum, tapi kalau makan harus dijaga, harus yang low fat (rendah lemak)... yang makanan berlemak nanti dulu," ujar Maia.

Maia sebenarnya bisa mengonsumi makanan berlemak namun tubuhnya membutuhkan waktu untuk adaptasi.

"Bisa (makan berlemak) tapi nanti. Tubuh butuh adaptasi sesuaikan sudah enggak ada kantong empedu. Paling dua minggulah," imbuh Maia.

Untuk diketahui, Maia Estianty mulanya mendapat pengobatan untuk Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Namun, sakit yang dirasakan istri Irwan Mussry ini tidak kunjung hilang.

Oleh karena itu, Maia Estianty menemui seorang spesialis penyakit dalam.

Dari dokter spesialis dalam itu baru diketahui bahwa Maia Estianty menderita penyakit batu empedu atau cholelithiasis.

Ukuran batu empedu yang hampir mencapai 2 sentimeter itu terletak di bagian leher kantong empedu, sehingga menyebabkan Maia Estianty merasakan sakit yang luar biasa.

Maia Estianty menjalani operasi pengangkatan batu empedu pada Jumat (22/4/2022).

Penyebab Batu Empedu

Sayangnya, tidak jelas apa yang menyebabkan batu empedu terbentuk. Para ahli berpikir batu empedu dapat terjadi ketika:

Empedu mengandung terlalu banyak kolesterol. Biasanya, empedu mengandung cukup bahan kimia untuk melarutkan kolesterol yang dikeluarkan oleh hati. Namun, jika hati mengeluarkan lebih banyak kolesterol daripada yang dapat dilarutkan oleh empedu, maka kelebihan kolesterol dapat membentuk kristal dan akhirnya menjadi batu.

Empedu mengandung terlalu banyak bilirubin. Bahan kimia ini diproduksi ketika tubuh memecah sel darah merah. Kondisi tertentu menyebabkan hati membuat terlalu banyak bilirubin, termasuk sirosis hati, infeksi saluran empedu, dan kelainan darah tertentu. Kelebihan bilirubin berkontribusi pada pembentukan batu empedu.

Kantung empedu tidak bisa dikosongkan dengan baik. Jika kantung empedu tidak mengosongkan sepenuhnya, empedu bisa menjadi sangat pekat, dan ini berkontribusi pada pembentukan batu empedu.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved