Berita Belitung

Belitung Timur Masuk Dua Kabupaten dengan Kasus Stunting Tertinggi se-Babel

Menurutnya, kasus stunting di Babel cenderung terjadi di daerah pesisir. Hal ini terbilang mengherankan padahal banyak tersedia ikan laut.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Kegiatan Forum Koordinasi Jurnalis Tingkat Provinsi Bangka Belitung di Kantor Perwakilan BKKBN, Senin (30/5/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Belitung Timur menjadi kabupaten tertinggi kedua prevalensi kasus stunting di Bangka Belitung, setelah Bangka Barat. Berdasarkan studi status gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting di Belitung Timur, yakni sebesar 22,6 persen. Berada di atas rata-rata provinsi yakni 18,6 persen.

"Tertinggi kedua Belitung Timur 22,6 persen. Penduduknya tidak banyak, tapi kalau tidak ditanggulangi nanti mengganggu (capaian, red)," kata Kepala Perwakilan BKKBN Bangka Belitung, Fazar Supriadi Santosa, saat acara Forum Koordinasi Jurnali Tingkat Provinsi Bangka Belitung di Kantor Perwakilan BKKBN, Senin (30/5/2022).

Menurutnya, kasus stunting di Babel cenderung terjadi di daerah pesisir. Hal ini terbilang mengherankan padahal banyak tersedia ikan laut. Penyebab lain stunting atau gangguan gizi kronis ini seperti yang terjadi di Bangka Barat yakni dipicu tingginya angka pernikahan usia muda. Makanya, BKKBN Bangka Belitung bekerja sama lintas sektor baik Kementerian Agama dan Finas Pendidikan untuk melakukan upaya pencegahan stunting.

Upaya pencegahan stunting yang dilakukan dimulai dari calon pengantin sebelum menikah. Tiga bulan sebelum pernikahan sebaiknya memeriksakan kesehatan, baik calon pengantin laki-laki maupun perempuan.

Laki-laki harus mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang mengandung zink tinggi. Sedangkan perempuan, bila perlu mengonsumsi tablet tambah darah dan makanan bergizi selama masa kehamilan.

"Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan dengan memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan kualitas kesehatan, serta sanitasi," ucapnya.

Stunting memiliki pengaruh terhadap ekonomi karena berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia (SDM). Penurunan stunting juga tidak mudah dilakukan, makanya harus dilakukan secara bersama-sama, baik pemerintah maupun masyarakat.

"Babel memang termasuk keenam terendah tingkat stunting, tapi kalau dilihat penurunannya per tahun hanya sekitar satu persen saja. Sedangkan kita menargetkan pada 2024 prevalensi stunting di Babel ini 10,38 persen," jelas Fazar.

Tak hanya pemerintah di tingkat provinsi dan kabupaten saja, ia juga berharap sampai ke pemerintah desa dapat menyediakan anggaran program percepatan penanggulangan stunting sebesar enam persen. Anggaran tersebut hendaknya tidak lagi digunakan untuk kegiatan sosialisasi, namun untuk pemberian tambahan gizi. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Data Prevalensi Stunting di 7 Kabupaten/Kota di Provinsi Bangka Belitung pada 2021

  • Bangka: 17,5 persen
  • Belitung : 13,8 persen
  • Bangka Barat : 23,5 persen
  • Bangka Tengah : 20,0 persen
  • Bangka Selatan : 19,4 persen
  • Belitung Timur : 22,6 persen
  • Kota Pangkalpinang : 16,7 persen

Sumber : BKKBN Bangka Belitung (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved