Manusia Diciptakan Lemah dan Penuh Dosa, Begini Kata Buya Yahya
Mengapa manusia diciptakan lemah dan penuh dosa? Buya Yahya menjelaskan, fitrah manusia pada dasarnya adalah baik,semua karena kehendak dan hawa nafsu
"Fitrah manusia mengajak kepada kebaikan, hati kecil menyeru kepada kebaikan.
Cuma kadang kita itu menutupi fitrah kita dengan hawa nafsu. Maka saat tertutup hawa nafsu, sudah, lupa," sambung Buya Yahya menambahkan.
"Bahkan jika kita bertanya, mohon maaf pada penjahat yang paling besar pun, dia memiliki anak perempuan. Jika ada yang meminang pasti dia memilih orang baik, karena hati kecilnya," sambungnya.
Lantas, saat ada seorang manusia berbuat jahat, artinya ia tidak menggunakan akal dan menuruti fitrahnya sebagai manusia.
Sehingga orang tersebut akhirnya menyimpang dari petunjuk dan aturan yang telah ditetapkan.
"Maka, kalau tiba-tiba ada manusia berbuat jahat, karena dia tidak mau menggunakan akalnya, tidak menuruti fitrahnya, tidak ngikuti petunjuk. Maka akhirnya dia salah jalan," jelas Buya Yahya.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya manusia tidak diciptakan untuk berbuah dosa.
Baca juga: Benarkah Ruh Orang Meninggal Gentayangan di Bumi Selama 40 Hari? Ini Penjelasan Buya Yahya
Karena fitrah manusia pada dasarnya diberi kekuatan untuk baik.
Namun kehendak dan hawa nafsu lah yang akhirnya membuat seseorang menyimpang dari petunjuk yang telah ditetapkan.
Karena manusia telah diberi akal, seharusnya manusia tahu bagaimana cara memilah dan memilih sesuatu yang benar sesuai hidayah dan petunjuk.
Semua yang telah Allah tunjuk dan perintahkan adalah untuk hal-hal kebaikan.
Maka dari itu jika ada orang yang jahat, itu adalah karena orang tersebut tidak patuh pada perintah Allah.
(Posbelitung.co/Fitri Wahyuni)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20220609-kenapa-manusia-diciptakan-lemah-dan-penuh-dosa.jpg)