Mahathir Mohamad Ngomong Seenaknya, Kepulauan Riau Mau Dicaplok, Tercatat Ini Sejarah Buruk Malaysia

Dulu tunduk ke Indonesia, ini catatan sejarah Malaysia yang tak berhenti jadi pengganggu kini seenaknya mau mencaplok Kepulauan Riau

Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
Kolase Wikipedia - Pexels
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad yang mencaplok Singapura dan Kepulauan Riau dari Indonesia 

POSBELITUNG.CO -- Mengklai sebagai negeri jiran, Malaysia sepertinya tak henti-hentinya mengganggu Indonesia.

Pernah mengklaim batik budaya mereka, reog ponorogo mau diakui, kini mau mencaplok Kepulauan Riau dari Indonesia.

Aparat Indonesia kerap berkonfrontasi dengan Malaysia di wilayah perbatasan baik di darat maupun udara.

Pertengahan Mei 2022, Malaysia pun mencari gara-gara ke Indonesia.

Tanpa izin, pesawat udara Malaysia seenaknya masuk ke wilayah Indonesia.

Beruntung tak ditembak oleh aparat TNI AU yang berhasil mendeteksi pesawat tersebut.

Akhirnya pesawat Malaysia dengan pilot berkewarganegaraan Inggris dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim Batam.

Kini mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengundang kemarahan rakyat Indonesia.

Mahathi Mohamad mau mencaplok Kepulauan Riau sebagai kepunyaan Malaysia.

Singapura negara tetangga terdekatnya pun diklaim oleh Mahathir Mohamad harus jadi milik Malaysia.

Mahathir mengatakan Singapura pernah dimiliki Johor dan negara bagian Johor.

Tak malunya, mantan pejabat tertinggi Malaysia yang sudah bai tanah ini minta agar Singapura dikembalikan lagi ke Malaysia.

Mahathir mengatakan saat berpidato, Minggu (19/6/2022), "Namun, tidak ada tuntutan apa pun dari Singapura. Sebaliknya, kami menunjukkan apresiasi kami kepada kepemimpinan negara baru bernama Singapura ini."

Melansir Strait Times, Mahathir juga mengatakan bahwa Malaysia menganggap kemenangan mereka atas sengketa pulau Sipadan dan Ligitan di lepas Kalimantan melawan Indonesia di Mahkamah Internasional (ICJ) adalah sesuatu yang berharga.

Tak berhenti sampai di situ, Mahathir juga menambahkan, "Seharusnya kita tidak hanya menuntut agar Pedra Branca dan Pulau Batu Puteh dikembalikan kepada kita. Kita juga harus menuntut Singapura dan Kepulauan Riau, karena mereka adalah Tanah Melayu.".

Halaman
1234
Sumber: Intisari
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved