Perang Rusia dan Ukraina
GAWAT, Rusia Keluarkan Rudal SARMAT Nuklir, Hadapi Eropa, NATO dan Ukraina Keroyokan Pakai Roket AS
Perang dunia ketiga sudah hampir nyata. Rusia kini dikeroyok Uni Eropa, NATO, Ukraina dan Amerika Serikat
POSBELITUNG.CO -- Perang antara Rusia dan Ukraina kini melibatkan sejumlah negara lain di Eropa.
Dalih bantuan, ternyata negara-negara Eropa termasuk Amerika Serika hendak menyerang Rusia.
Rusia sudah mengetahui gerakan perlawanan Uni Eropa yang berkoalisi dengan NATO dalih membantu Ukraina.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dalam konferensi pers pada Jumat (24/6/2022) setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Azerbaijan, Jeyhun Bayramov.
Meskipun dikeroyok oleh Uni Eropa termasuk Amerika Serikat, NATO dan Ukraina, tak sedikitpun membuat Rusia gentar.
Baca juga: Amerika Serikat Kirim Paket Roket HIMARS, Ukraina Berani Sesumbar, Bakal Hujani Rusia dengan Rudal
"Tindakan yang diambil oleh UE dan NATO pada dasarnya sama dengan pembentukan "koalisi baru" yang menargetkan Rusia," kata Lavrov, dikutip dari RussianToday.
Adapun, pembentukan koalisi itu ia bandingkan dengan langkah-langkah yang diambil diktator Nazi Adolf Hilter sebelum menyerang Uni Soviet pada Perang Dunia Kedua.
Untuk itu, saat ini Rusia hanya perlu melihat pergerakan koalisi tersebut dengan hati-hati.
"Ketika Perang Dunia Kedua dimulai, Hitler mengumpulkan di bawah panjinya sebagian besar, jika bukan sebagian besar, dari negara-negara Eropa untuk perang melawan Uni Soviet," kata Lavrov.
"Sekarang, UE bersama dengan NATO membentuk koalisi lain (lebih modern) sebagai kebuntuan dan pada akhirnya, perang dengan Federasi Rusia. Kami akan melihat semua ini dengan sangat hati-hati," sambungnya.
Mengenai Ukraina jadi kandidat negara anggota Uni Eropa, Lavrov menyebut Rusia akan mengikuti dengan cermat langkah-langkah yang diambil Uni Eropa selanjutnya.
Baca juga: Bikin Nyali Tentara AS Ciut, Ini Profil Denjaka dan Kopassus Pengawal Jokowi di Rusia dan Ukraina
"Moskow 'tidak memiliki bayangan' tentang prospek 'sentimen Russophobic' di dalam UE yang menghilang dalam waktu dekat," kata Lavrov.
"Rusia akan dengan cermat mengikuti semua "langkah nyata" yang diambil oleh blok itu dan negara-negara kandidatnya," tambahnya.
Diketahui, pernyataan Lavrov ini datang setelah geram dengan proposal pembentukan koalisi angkatan laut internasional untuk mengawal kapal yang membawa gandum Ukraina melalui Laut Hitam yang ia sebut sebagai upaya ikut campur di wilayah di bawah naungan PBB.
"Skema semacam itu tidak diperlukan untuk memfasilitasi ekspor biji-bijian Ukraina," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Rudal-milik-RS-24-milik-Rusia.jpg)