TKI

Modal Nekad dan Rela Tinggalkan Anak, TKI Curhat Alasannya Bekerja ke Taiwan

TKI Taiwan curhat, alasan ia bekerja ke Taiwan : hanya bermodal nekat dan rela meninggalkan buah hatinya

Editor: Fitriadi
YouTube Titi tilah channel
Titi Tilah curhat alasannya menjadi TKI di Taiwan, demi anak 

POSBELITUNG.CO -- Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara orang masih menjadi pilihan.

Upah dengan nominal yang menggiurkan tentu menjadi alasan utamanya.

Meski hanya bermodalkan tekad dan harus meninggalkan keluarga, tetap dilakukan demi menggapai kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

Itulah alasan TKI perempuan, atau TKI bernama Tilah.

Baca juga: TKI Taiwan Perlihatkan Aksinya sebelum Menandikan si Bos, Rutin Lakukan Hal Ini agar Tidak Kaku

Dalam kanal YouTube pribadinya, Titi tilah channel, perempuan asal Yogyakarta ini menceritakan alasannya bekerja menjadi seorang TKI di negara orang.

"Di video kali ini saya akan sedikit sharing ya, kenapa saya memutuskan menjadi seorang TKW," ujar Tilah.

"Saya tu sebenernya tidak ada niat untuk menjadi seorang TKW, tidak ada keberanian," kata Tilah mulai menjelaskan.

"Akan tetapi dulu saya diajak seorang temen, jadi saya juga memberanikan diri, dan kebetulan waktu itu saya juga mungkin sangat membutuhkan lah pekerjaan itu," katanya menambahkan.

Meski harus rela terpisah jauh dari keluarga dan juga buah hatinya, TKI perempuan ini mengatakan, ia melakukan ini semua demi kehidupan yang lebih baik.

"Anak saya yang gede waktu itu mau masuk SMP, dan saya pikir mungkin nanti dengan saya bekerja akan sangat membantu segi apapun buat anak saja," ujar Tilah.

"Alhamdulillah, meskipun dengan berat hati saya juga nekad memberanikan diri untuk bekerja ke luar negeri, dan sampai sekarang tentunya," jelas Tilah.

Sudah sepuluh tahun Tilah bekerja sebagai asisten rumah tangga merangkap sebagai penjaga untuk majikannya yang memiliki keterbatasan fisik akibat kecelakaan.

"Saya menjaga mas bos saya ini sudah sepuluh tahun, dan alhamdullah juga mereka welcome, baik sama saya juga, mengerti segala kekurangan saya," ungkap Tilah.

Baca juga: TKI di Taiwan Ungkap Tidur Sekamar dengan Majikan, Makan Sepiring Berdua, Berbuat ini Sebelum Tidur

Ternyata, TKI perempuan asal Yogyakarta ini sangat terinspirasi oleh majikan yang ia jaga.

Meski memiliki keterbatasan, namun majikan Tilah masih semangat untuk menjadi manusia yang bermanfaat.

"Mas bos saya aja yang ibaratnya tidak sesempurna seperti saya, mereka tu sangat semangat dalam bekerja. Mengapa saya orang yang ibaratnya kaki tangan normal tidak mau berusaha," jelas Tilah.

"Ya dari situlah saya perlahan-lahan belajar untuk tetap tegar, kuat, meskipun segala rintangan itu pasti ada," sambungnya menambahkan.

Bukan tak mendapatkan hambatan, awal bekerja Tilah sama sekali tidak mengerti bahasa Taiwan untuk berkomunikasi.

Namun beruntung, ia mendapatkan seorang majikan yang tidak menututnya untuk paham bahasa Taiwan dengan cepat.

Sehingga hal tersebut sedikit meringankan beban Tilah saat bekerja.

"Awal datang bahasa nggak bisa, pekerjaan pun saya juga tidak bisa. Akan tetapi dengan kesabaran, nekat, ada niat untuk belajar, alhamulillah mas bos sangat membantu semuanya," kata Tilah.

"Alhamdulillah saya mendapatkan bos yang baik, mengerti, dan mau memahami kekurangan saya," tambahnya.

Baca juga: Sakit Tetap Bekerja, TKI Taiwan Ini Ingin Pensiun, Begini Reaksi Majikannya

Buah dari kesabaran dan kerja kerasnya, TKI perempuan ini telah berhasil mengantarkan putra sulungnya lulus dari bangku kuliah.

Sementara anak keduanya kini tengah duduk di bangku kelas 2 SMP.

"Dan sekarang yang gede alhamdulillah udah lulus kuliah dan yang kecil sekarang kelas 2 SMP, mau menginjak kelas 3 SMP," ujar Tilah.

Meski harus terpisah jiwa dan raga, namun Tilah amat merasa bersyukur, ia telah mampu membangunkan sebuah tempat tinggal untuk kedua anaknya tersebut.

"Mereka sekarang menempati rumah yang saya bikinkan. Emang cita-cita saya ke luar negeri tu ingin membahagiakan kedua anak saya," kata Tilah.

"Setidaknya mereka mempunyai pendidikan yang layak, mempunyai kehidupan yang layak, mempunyai tempat tinggal yang layak seperti anak-anak yang lain," jelas Tilah.

Baca juga: TKI Bongkar Gaji Bersih Rp 58 Juta di Korsel, Bekerja Cuma 4 Hari, Selebihnya Dihitung Lembur

Bermula dari tekad dan rasa berat meninggalkan keluarga, kini Tilah dan kedua anaknya nampak ikhlas dengan takdir yang telah ditetapkan untuk mereka.

Bahkan kini mereka sangat bersyukur dengan kerja keras dan kesabaran selama sepuluh tahun yang telah mereka jalani.

"yang terpenting anak saya sudah senang dengan kehidupannya, saya senang juga dengan pekerjaan saya, anak saya juga sudah menikmati hasil jerih payah saya," terang Tilah.

"Mereka juga memahami, memaklumi, karena saya harus bekerja buat mereka," tutup Tilah.

Update berita Posbelitung.co di Google News

(Posbelitung.co/Fitri Wahyuni)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved