Berita Belitung
Oknum Guru Agama di Beltim Berbuat Asusila pada Muridnya, Dinas Pendidikan Beri Sanksi Mutasi
Dari laporan itu kami bersama UPTD PPA memeriksakan korban ke psikolog sebagai bukti bahwa telah terjadi perbuatan asusila.
Penulis: Bryan Bimantoro |
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Seorang oknum guru agama melakukan berbuat tak senonoh pada muridnya di salah satu SD di Simpang Renggiang, Belitung Timur. Hal itu terungkap setelah banyaknya pesan berantai di grup-grup whatsapp yang menyebarkan kabar tersebut.
Saat dikonfirmasi kebenarannya, Kepala Dinas Pendidikan Belitung Timur, Sarjano mengatakan tidak bisa memastikannya karena dugaan waktu kejadian itu sudah lama.
Pihaknya pun saat ini dipastikan sudah melakukan langkah tegas yakni memindahkan guru tersebut ke sekolah lain.
"Kami ambil tindakan lebih kepada dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik guru. Kalau untuk membuktikan ranah pidananya ada di pihak berwajib," kata Sarjano kepada posbelitung.co, Selasa (2/8/2022).
Posbelitung.co juga mencari informasi terkait kronologis kejadian tersebut kepada Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Belitung Timur. Ketua LPA Beltim, Imelda Handayani membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar tahun 2021.
Perbuatan oknum guru agama itu baru diketahui bulan Juni 2022 setelah sang korban berusia 12 tahun mau menceritakan kejadian yang dialaminya kepada LPA.
"Dari laporan itu kami bersama UPTD PPA memeriksakan korban ke psikolog sebagai bukti bahwa telah terjadi perbuatan asusila. Di hasil psikolog itu memang benar bahwa anak ini mengalami trauma akibat perbuatan gurunya," jelas Imelda.
Meski demikian, kasus ini tidak dilanjutkan ke tahap hukum karena keluarga korban menolak melaporkannya ke kepolisian. Menurut Imelda, keluarga beralasan tidak mau memperpanjang masalah ke depannya.
"Keluarga memandang bahwa sanksi mutasi yang diberikan ke guru tersebut sudah cukup. Walaupun kasus ini bukan delik aduan, tapi ketika keluarga menolak membuat laporan tentu nantinya menyulitkan penyidik saat pemeriksaan," kata Imelda.
Saat ini korban yang mengalami trauma berat sedang mendapatkan trauma healing oleh psikolog di UPTD PPA. Korban juga diketahui saat ini masih terus bersekolah di SD yang sama.
(Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20220103-kepala-dinas-pendidikan-belitung-timur-sarjano.jpg)