Berita Belitung

Kenali Gejala dan Penanganan Asam Urat, Daun Salam Bisa Jadi Terapi Penderita Asam Urat

Pada masa produktif ini, seseorang cenderung memiliki tingkat konsumsi dan aktivitas tinggi sehingga meningkatkan risiko asam urat.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Letda Kes dr Vencius Tan bersama host Konter atau Konsultasi Dokter Pos Belitung Disa Aryandi, Kamis (18/8/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Asam urat dalam istilah medis dikenal pula sebagai artritis gout atau hiperurisemia. Kedua istilah ini berbeda, yang mana hiperurisemia merupakan kondisi kadar asam urat dalam darah di atas normal.

Pada laki-laki kadar asam urat lebih dari 7 miligram, sedangkan pada wanita di atas 6 miligram. Sementara artritis gout merujuk pada pada peradangan sendi akibat efek asam urat yang tinggi.

"Orang bisa terkena asam urat karena asupan asam urat berlebih. Biasanya faktor dari konsumsi sumber asam urat contohnya daging merah, jeroan, ikan kakap, ikan teri, sayuran," kata Letda Kes dr Vencius Tan pada program Konter atau Konsultasi Dokter Pos Belitung bertajuk Kenali dan Cegah Asam Urat, Kamis (18/8/2022).

dr Tan menjelaskan, tidak ada batasan usia seseorang menderita asam urat. Namun prevalensi penderita asam urat paling banyak terjadi pada usia 30-50 tahun.

Pada masa produktif ini, seseorang cenderung memiliki tingkat konsumsi dan aktivitas tinggi sehingga meningkatkan risiko asam urat.

Gejala yang khas ketika seseorang menderita asam urat ringan yakni terasa pada ibu jari kaki. Ibu jari kaki akan terasa seperti tertusuk jarum ketika melangkah.

Bisa pula saat tidur kaki terasa berdenyut seperti ditusuk. Gejala ringan ini biasanya hanya sekali serangan dan sembuh dengan sendirinya.

Jika terus dibiarkan tanpa penanganan pola makan yang tepat mala akan terbentuk tofus pada sendi. Tofus ini semacam pembekuan kristal asam urat. Jika sudah terbentuk tofus, berarti seseorang sudah dikatakan menderita asan urat berat.

Dokter yang bertugas di Lanud HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan ini mengatakan bahwa penyakit asam urat bisa dicegah dengan menghindari makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, dan sayuran yang tinggi purin.

Juga makanan laut seperti kerang-kerangan, kepiting, cumi, udang serta sayuran berdaun hijau seperti bayam, asparagus, brokoli, dan kembang kol.

"Boleh dimakan tetapi jangan sampai berlebihan," ujarnya.

Orang yang sudah terkena gejala asam urat juga tidak boleh olahraga berat seperti angkat beban dan maraton.

Penderita asam urat disarankan melakukan olahraga ringan seperti berenang, karena tidak menitikberatkan pada kaki dan sendi sehingga risiko radang sendi ringan.

Bagi masyarakat yang masih bingung membedakan asam urat dan rematik, dr Tan mengatakan sekilas kedua penyakit ini gejalanya hampir sama. Tapi penyebab dan waktu serangan berbeda.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved