Berita Belitung

Terkait Status Bandara Internasional, Belitung Berpotensi Jadi Tuan Rumah Event Dunia

Pemerintah pusat berwacana mengurangi sejumlah status bandara internasional di Indonesia menjadi menjadi bandara domestik.

Posbelitung.co/Dede Suhendar
Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie mengatakan, evaluasi status bandara yang dilakukan pemerintah pusat merupakan hal biasa. Namun setelah momen G20, kepentingan status internasional dari Bandara HAS Hanandjoeddin justru lebih tinggi.

"Untuk diketahui bahwa pada 6-9 September 2022, kita menerima surat pembukaan kembali bandara HAS Hanandjoeddin sebagai bandara internasional untuk kepentingan G20. Artinya bandara kita masih internasional dan masih masuk dalam daftar prioritas," katanya, Minggu (25/9/2022).

Jika terus berlanjut, pada Desember 2022 ini Belitung akan menjadi tuan rumah World Ocean Assessment yang diselenggarakan United Nation (UN) Dualos. Termasuk pada 2023, Belitung berpotensi menjadi salah satu venue pertemuan bilateral dan multilateral ASEAN.

Disinggung mengenai status bandara internasional namun tak memiliki rute penerbangan internasional, Isyak mengatakan rute penerbangan internasional belum bisa dibuka karena belum ada permintaan pasar.

Sempat rapat dengan pihak maskapai Air Asia, menurutnya pada rapat tersebut disampaikan bahwa pasar rute internasional ini harus dibangun kembali.

Sebelumnya memang sempat ada rute Belitung-Kuala Lumpur (PP) pada yang beroperasi pada 1 Oktober 2019. Namun rute tersebut berhenti operasi beberapa bulan kemudian.

Isyak mengatakan, setelah tiga tahun menghadapi pandemi, orang Malaysia perlu diingatkan kembali bahwa Belitung layak dikunjungi. Sama halnya juga agar orang Belitung berkeinginan ke Malaysia.

"Tukaran, supaya market-nya jelas dan berimbang. Orang Malaysia juga tidak mau hanya datang, orang Belitung tidak ke sana, maka harus jaga market-nya," kata dia.

"Maka sedang dijajaki kembali bagaimana kebutuhan pasarnya, kalau sudah ada akan kami ajukan untuk membuka kembali. Intinya semua tentang market, bukan perizinan. Izin tergantung permintaan," ucapnya.

Isyak juga mengapresiasi kolaborasi DPRD Bangka Belitung yang turut mengupayakan Bandara HAS Hanandjoeddin tetap berstatus sebagai bandara internasional.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat berwacana mengurangi sejumlah status bandara internasional di Indonesia menjadi menjadi bandara domestik.

Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin, disebut-sebut menjadi satu di antara ratusan bandara yang bakal dievaluasi statusnya untuk menjadi bandara domestik.

Oleh sebab itu, Ketua DPRD Bangka Belitung, Herman Suhadi beserta anggota Komisi III DPRD mendatangi Direktorat Jenderal Udara, Kementerian Perhubungan belum lama ini, untuk menanyakan langsung tentang wacana tersebut.

Kemudian, pihaknya juga disarankan mendatangi Kemenko Marves yang mengevaluasi status bandara.

Herman menegaskan, status Bandara HAS Hanandjoeddin Belitung sebagai bandara internasional tidak dicabut, melainkan hanya bakal dilakukan evaluasi.

"Kami mendengar akan ada evaluasi terhadap status itu. DPRD Babel tentunya sangat mengharapkan status itu tidak dicabut," tegas Herman.

Ia mendorong, agar adanya peningkatan infrastruktur atau fasilitas di Bandara HAS Hanandjoeddin seperti Bandara Depati Amir yang ada di Kota Pangkalpinang.

Herman berharap kepada pihak Angkasa Pura II, Kementerian BUMN dapat segera membangun Bandara HAS Hanandjoeddin menjadi bandara yang bertaraf Internasional dengan segala fasilitas pendukungnya.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved