Berita Pangkalpinang

Pemkot Targetkan Bangun 487 Jamban Tahun Ini, Molen Minta Warga Tinggalkan Kebiasaan BAB Sembarangan

Oleh karena itu, Molen meminta masyarakat yang perlu jamban untuk menyampaikan itu kepada pemerintah kota.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan pada akhir tahun 2022 ini sebanyak 487 jamban dapat terbangun di Kota Pangkalpinang.

Langkah strategis tersebut diambil karena masih banyak warga yang sering buang air besar (BAB) sembarangan. Hal itu pun diakui oleh Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil.

Ratusan jamban itu akan dibangun di delapan kelurahan yang belum dinyatakan Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari kebiasaan BAB sembarangan. Dari jumlah itu, diestimasi sebanyak 300-an lebih jamban akan terbangun di rumah warga yang benar-benar membutuhkan.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat yang perlu jamban untuk menyampaikan itu kepada pemerintah kota.

"Kita ada program 487 jamban gratis yang akan disalurkan kepada masyarakat. Bagi masyarakat yang memang perlu, tolong sampaikan kepada kami datanya. Pelaksanaan tahun ini. Dana itu dari pusat, bukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD, red)," jelas Maulan Aklil yang akrab disapa Molen ini Bangkapos.com, Rabu (28/9/2022).

Saat ini, masih terdapat delapan kelurahan di Kota Pangkalpinang yang dinyatakan belum ODF. Hal itu dikarenakan masyarakat di daerah tersebut yang masih membiasakan BAB sembarangan.

"Ini karena kebiasaan, jadi masyarakat perlu kita edukasi agar tidak BAB sembarangan," kata Molen.

Dia mengungkapkan, saat ini memang terdapat satu kelurahan yang warganya paling banyak belum memiliki jamban, yakni Kelurahan Pasir Putih sebanyak 96 rumah. Kemudian Kelurahan Pintu Air sebanyak 83 rumah, Kelurahan Bintang 75 rumah.

Lalu Kelurahan Gedung Nasional 64 rumah, Kelurahan Kelurahan Ketapang 57 rumah, Kelurahan Rejosari 46 rumah, Kelurahan Opas Indah 40 rumah, serta Kelurahan Kelurahan Pasar Padi 26 rumah.

"Paling banyak itu di Kelurahan Pasir Putih, jadi ini memang harus benar-benar kita tekankan," jelas Molen.

Molen meminta warganya untuk meninggalkan kebiasaan buang air besar (BAB) sembarangan guna mewujudkan pembangunan lingkungan yang bersih dan sehat. Dia mengimbau warga setempat yang masih BAB sembarang agar mengubah kebiasaan itu dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

"Yok sama-sama masyarakat, jangan dibiasakan BAB sembarangan! Manfaatkan program jamban gratis ini," kata Molen. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved