Berita Belitung

Kepala Dishub Babel Tegaskan Bandara H AS Hanandjoeddin Berstatus Bandara Internasional

Asban mengatakan, surat itu bermaksud permohonan Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin agar bisa menerima pelaku perjalanan luar negeri.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Novita
Posbelitung.co/Jariyanto
Ornamen berbentuk huruf TJQ yang merujuk pada kode penerbangan serta daun simpor di Bandara Internasional H AS Hanandjoedddin Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung, Asban Aris, menegaskan, Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin masih berstatus bandara internasional.

Hal tersebut ditegaskannya terkait wacana pemerintah pusat mengurangi status bandara internasional dan menjadikannya bandara domestik di Indonesia.

Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin bahkan disebut-sebut menjadi satu di antara ratusan bandara yang bakal dievaluasi statusnya menjadi bandara domestik.

"Status masih internasional, sementara keluar masuk dibatasi karena masih pandemi," tegas Asban Aris, Senin (3/10/2022).

Mengenai Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin, Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung sudah berkirim surat kepada Kementerian Perhubungan RI.

Asban mengatakan, surat itu bermaksud permohonan Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin agar bisa menerima pelaku perjalanan luar negeri.

"Kami telah bersurat kepada Kemenhub dalam rangka G20, agar ada keluar masuk dari luar negeri. Dijawab karena masih pandemi, maka tanggung jawabnya ada BNBP, Satgas Covid-19 nasional," jelasnya.

Dia membeberkan, Bandara Internasional H.AS Hanandjoeddin memiliki panjang runway 2500 meter, lebar 45 meter, dapat melayani pesawat tipe Boeing 737-800 dan Airbus 320.

Selain itu, memiliki 5 parking stand, secara Level of Security berada di Cluster Keamanan tipe C (Internasional) dengan Rescue and Fire Fighting kategori 7.

" Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan mulai melayani penerbangan Internasional sejak September 2017 sampai 2019, dan berhenti sejak April 2020 dikarenakan kebijakan pengendalian pandemi Covid-19," jelas Asban.

Dia menambahkan, Bandara H AS Hanandjoeddin pernah melayani rute internasional ke Kuala Lumpur dan Singapura serta beberapa daerah luar negeri lainnya dengan menggunakan maskapai Sriwijaya Air, Garuda Indonesia dan Air Asia, serta maskapai lainnya untuk penerbangan tidak berjadwal.

Tercatat, jumlah pergerakan pesawat internasional dari dan ke Belitung, tahun 2017 pergerakan pesawat 23 kali, penumpang 2.010 orang. Sedangkan di tahun 2018, pergerakan pesawat 89 kali, penumpang 3.267 orang.

Kemudian tahun 2019, pergerakan pesawat 238 kali, penumpang 16.323 orang. Selanjutnya, Januari hingga April 2020 pergerakan pesawat 94 kali, penumpang 7,373 orang.

"Dalam melayani penerbangan internasional Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sudah didukung oleh instansi Custom (Bea Cukai), Imigrasi dan Karantina (Kesehatan, Hewan dan Tumbuhan, serta Ikan)," kata Asban. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved