Kesehatan

Tips dr Saddam Ismail Agar Area Sensitif Wanita Tidak Robek saat Lahiran Normal

Pijar perineum ini dilakukan saat wanita sedang hamil. Pijatan ini dilakukan antara area sensitif wanita dan anus yang bertujuan untuk mengurangi

Tayang:
health.kompas.com
Tips dr Saddam Ismail Agar Area Sensitif Wanita Tidak Robek saat Lahiran Normal, Simak Ulasannya 

POSBELITUNG.CO -- Lahir secara normal menjadi pilihan dari sebagian orang.

Hal ini disebabkan seorang wanita ingin merasakan menjadi sosok ibu yang sesungguhnya dengan merasakan sakitnya melahirkan.

Namun pengetahuan dan pengalaman yang minim, membuat banyak wanita kerap mengalami robekan pada arae sensitif saat melahirkan secara normal.

Robekan yang terjadi ini bukanlah faktor kesengajaan.

Melainkan karena adanya bayi yang keluar.

Saat kepala bayi turun ke jalan lahir, itu bisa merobek area sensitif wanita.

Dalam istilah medis dikenal dengan episiotomi,

yakni suatu tindakan di mana pihak medis menggunting area sensitif pada wanita untuk memudahkan jalan lahir.

Ternyata, tidak semua orang dapat mengalami tindakan episiotomi ini.

Terdapat keadaan-keadaan tertentu yang akhirnya membuat pihak medis melakukan penanganan tersebut.

Saat tidak dilakukan episiotomi atau pengguntingan pada area sensitif wanita, dikhawatirkan terjadinya robekan pada jalan lahir.

Kondisi ini umum terjadi, terlebih jika robekan yang dialami masih dalam grade 1 dan 2.

Namun jika robekan yang terjadi sudah sampai grade 3 bahkan hingga ke anus, maka diperlukan tindakan penjahitan yang lebih lagi.

Oleh karenanya, seorang pakar kesehatan, dr Saddam Ismail melalui kanal YouTube pribadinya akan berbagi tips bagi Anda yang hendak melahirkan secara normal agar area sensitif tidak robek saat melahirkan.

Persiapkan Tubuh saat Menjelang Persalinan

Ibu hamil sangat dianjurkan untuk mempersiapkan tubuhnya saat menjelang persalinan.

Persiapan ini dilakukan dari jauh-jauh hari, mulai dari persiapan fisik maupun mental.

Seperti berolahraga secara teratur, yang bertujuan agar sirkulasi darah menjadi lancar dan meningkatkan elastisitas kulit.

Sehingga diharapkan saat melahirkan nanti akan menjadi lebih lancar.

Selain itu, seorang ibu hamil juga harus memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.

Seperti karbohidrat komplek, protein, vitamin, mineral, dan lemak sehat.

Pijat Perineum

Pijar perineum ini dilakukan saat wanita sedang hamil.

Pijatan ini dilakukan antara area sensitif wanita dan anus, yang bertujuan untuk mengurangi risiko robek saat melahirkan.

Selain itu, pijat perineum berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mental saat persalinan nanti.

Sehingga diharapkan saat melahirkan tidak terjadi robekan ataupun episiotomi.

Perhatikan Posisi saat Melahirkan

Saat melahirkan, seorang ibu hamil harus memperhatikan betul bagaimana posisinya.

Anda harus mengikuti bagaimana posisi yang dianjurkan oleh dokter atau bidan yang menangani Anda.

Meski sakit, usahakan untuk tetap mempertahankan posisi yang benar tersebut.

Di antaranya yakni kedua kaki diangkat ke atas, menekuk dan melebar, serta tangan memegang paha.

Carilah posisi yang nyaman dan benar agar persalinan dapat berjalan lancar dan mengurangi robekan pada jalan lahir.

Atur Napas dan Mengejan

Sebelum Anda mengejan untuk mendorong bayi keluar, Anda harus mengatur napas dengan benar terlebih dahulu.

Napas yang dianjurkan yakni sesuai dengan anjuran dokter yang menangani.

Seperti menarik napas dalam-dalam, dan kemudian mengeluarkannya secara perlahan melalui mulut.

Saat dokter sudah memberikan instruksi dan adanya tekanan yang kuat, ibu hamil harus segera mengejan.

Anda harus menghindari mengejan saat terjadi mulas-mulas, karena memang terdapat waktu-waktu tertentu untuk mengejan.

Jika Anda melakukan hal ini, maka meningkatkan resiko terjadinya robekan saat melahirkan.

Tidak hanya itu, mengejan dengan asal-asalan dapat membuat area sensitif wanita menjadi bengkak dan jalan lahir juga menjadi bengkak.

Sehingga bayi akan sulit keluar dan beresiko kepala bayi menjadi panjang.

Napas yang asal-asalan dapat menyebabkan bayi kekurangan oksigen.

Gunakan Kompres Air Hangat

Menggunakan kompres air hangat dilakukan saat hendak persalinan, bukan saat berlangsungnya persalinan.

Kompres area sensitif menggunakan air hangat agar sirkulasi dan peredaran darah menjadi lancar.

Ingat, yang digunakan adalah air hangat dan handuk tebal.

Pengompresan ini dilakukan saat bayi sudah turun ke panggul.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi robekan pada area sensitif dan membuat otot menjadi lebih rileks.

(Posbelitung.co/Fitri Wahyuni)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved