Berita Pangkalpinang

Tak Sempat Selamatkan Diri dari Api yang Membakar Rumahnya, Lansia di Pangkalpinang Meninggal

Kasatpol PP dan Damkar, Efran, mengungkapkan, informasi kebakaran pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar yang melihat kobaran api usai salat Isya.

Tayang:
Penulis: Novita CC | Editor: Novita
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar rumah semi permanen di Paritlalang, Kota Pangkalpinang, Minggu (18/12/2022) malam. Akibat peristiwa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Seorang lansia meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di Paritlalang, Kota Pangkalpinang, pada Minggu (18/12/2022) malam.

Kebakaran tersebut menghanguskan sebuah rumah semi permanen dan menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Rumah semi permanen yang sebelumnya kokoh berdiri tegak, kini hampir rata dengan tanah, dengan asbes yang kini sudah hangus terbakar. Hanya tersisa puing-puing yang kini telah menjadi abu.

Sejumlah unit mobil pemadam kebakaran diturunkan guna memadamkan api pada peristiwa nahas itu.

Dari wawancara dengan pihak keluarga yang tak ingin disebutkan namanya, terungkap bahwa korban selama ini tinggal berdua di rumah dengan luas sekitar 10x15 meter itu.

"Kalau rumah itu ada dua orang yang punya Nenek Ahiat, umurnya 90 tahun kalau enggak salah. Terus ada pembantunya juga biasanya tinggal di rumah itu," tuturnya  saat diwawancarai Bangkapos.com, Minggu malam.

Adapun kondisi asisten rumah tangga diketahui mengalami luka bakar dan sudah dibawa ke RSUD Depati Hamzah.

Berdasarkan informasi sementara, terdapat seorang anak berusia 9 tahun, yang juga dikabarkan berada di rumah saat api berkobar.

"Kalau anak kecil enggak tau siapa, tapi kemungkinan anak atau bawaan dari ART (Asisten Rumah Tangga, red) itulah," sebutnya.

Saat ini pihak aparat kepolisian dan instansi terkait masih terus melakukan penyelidikan.

Kapolres Pangkalpinang, AKBP Dwi Budi Murtiono saat dikonfirmasi belum dapat memastikan penyebab kebakaran.

"Setelah pendinginanm, kita olah TKP untuk memastikan penyebab dan inventarisasi kerugian. Untuk korban, sementara satu dibawa ke RSUD meninggal dunia, untuk yang lain masih kita selidiki," ungkap Dwi Budi, Minggu malam.

Tak Sempat Selamatkan Diri

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Pangkalpinang, Efran mengatakan, peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan sekitar pukul 19.30 WIB. Usai mendapatkan laporan, petugas pemadam kebakaran langsung menuju ke lokasi.

"Sekitar 10 menit kemudian usai mendapatkan laporan, petugas langsung kamu terjunkan," kata dia kepada Bangkapos.com usai kejadian.

Efran memaparkan, informasi kebakaran pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar yang melihat kobaran api usai salat Isya. 

Api yang membesar membakar isi perabotan di dalam rumah itu mengundang perhatian warga sekitar. Saat itu, api sudah melahap sejumlah bangunan rumah.

Ketika kebakaran terjadi, warga sekitar juga mencoba memadamkan api dengan alat seadanya dan menyelamatkan penghuni.

Bukannya padam api justru bertambah besar, hingga melahap seisi rumah.

"Hanya satu rumah yang mengalami kebakaran, Alhamdulillah tidak menjalar ke rumah di sekitarnya," jelas Efran.

Dia menyebut terdapat lima unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan untuk memadamkan api.

Tiga unit di antaranya merupakan kendaraan milik Pemerintah Kota Pangkalpinang dan dua unit lainnya milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Puluhan personel pemadam kebakaran turut diterjunkan guna memadamkan api. Setelah beberapa jam kemudian, api berhasil dijinakkan. Petugas pun langsung melakukan penyisiran ke dalam puing-puing rumah.

"Alhamdulillah api sudah padam setelah kita bekerja keras memadamkan api," kata Efran.

Dia mengungkapkan, satu orang dikabarkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut karena tak sempat menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi. Korban merupakan seorang lansia berusia sekitar 70 tahun.

Selain itu, seorang asisten rumah tangga umur 40 tahun serta seorang anak usia 9 tahun juga mengalami luka berat akibat kebakaran. Ketiganya saat ini langsung mendapatkan perawatan di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang.

"Untuk meninggal dunia satu orang, untuk anak-anak dan asisten rumah tangga selamat. Namun mengalami luka ringan," ucapnya.

Sejauh ini, belum diketahui penyebab pasti kebakaran, apakah karena korsleting listrik ataupun yang lainnya.

Menurut Efran, hal tersebut masih didalami oleh pihak kepolisian yang saat ini sedang melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Akan tetapi kita belum dapat memastikan apa penyebab kebakaran, karena hal ini menjadi kewenangan petugas kepolisian," pungkas Efran. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy/Cepi Marlianto)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved