HP OPPO
Review OPPO A55, Smartphone Entry Level Unggulan, Baterai 5000 mAh Mampu Bertahan hingga 19 Jam
Smartphone ini mengandalkan baterai berkapasitas 5000 mAh yang bisa bertahan hingga 19 jam 46 menit, didukung pula dengan fitur fast charging 18 watt
POSBELITUNG.CO - HP OPPO A55 hadir sebagai smartphone unggulan di kelas entry level A series.
Smartphone ini resmi rilis pada pada akhir tahun 2021 silam, yang sudah dibekali dengan fitur-fitur menarik, mulai dari baterai, kamera, dan juga layar.
Secara desain, OPPO A55 tampil dengan finishing 3D curved di tepiannya, sangat ramah untuk telapak tangan karena nyaman dan enak digenggam.
Smartphone dari OPPO ini sudah dibekali dengan sertifikat IPX4 yang tahan terhadap cipratan air.
Bagian belakang bodi mengusung OPPO Glow Design, dengan efek gemerlap layaknya berlian yang anti sidik jari dan tahan terhadap goresan.
OPPO A55 memiliki dua pilihan warna, yakni Rainbow Blue dan Starry Black.
Beralih ke bagian layar, OPPO A55 memiliki layar dengan ukuran 6.51 inches, resolusi HD+, refresh rate 60Hz, serta desain kamera depan punch hole.
Pada sisi sebelah kanan terdapat fingerprint unlock dan power button yang cukup responsif.
Bodi OPPO A55 terbilang tipis, ketebalannya 8.4 mm dengan bobot 193 gram, padahal baterai yang digunakan terbilang besar.
Smartphone ini mengandalkan baterai berkapasitas 5000 mAh, melansir dari kanal YouTube Kudet Tech, baterai OPPO A55 bisa bertahan hingga 19 jam 46 menit, didukung pula dengan fitur fast charging 18 watt.
Berdasarkan pengujian, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam 42 menit untuk mengisi daya hingga full.
Terdapat pula beberapa fitur menarik lainnya dari baterai, seperti Super Power Saving Mode, Super Night Time Standby, Smart Temperature Control, dan Short Circuit Protection.
Bagian performa, OPPO A55 menggunakan Chipset MediaTek MT6765G Helio G35 (12 nm), dibarengi dengan RAM 4 GB dan storage 64 GB.
Berdasarkan Benchmark Geekbench 5, single core-nya kurang stabil lantaran masih naik-turun di angka 160-170, skor multi core-nya juga terbilang kurang stabil karena naik-turun di angka 970an sampai seribuan.
Bisa dibilang ini adalah tipikal dari chipset yang digunakan di smartphone entry level yang memang performanya naik-turun.