TKI

Puluhan Tahun Terbongkar, TKI di Negara Arab Ini Ternyata Kerap Disiksa dan Hampir Diperkosa

Di mulai dari tahun 2000 saat Hani baru saja tamat SMA di usia 16 tahun, ia sangat berkeinginan untuk bisa membahagiakan kedua orang tuanya...

YouTube Smile For Life
Puluhan Tahun Terbongkar, TKI di Negara Arab Ini Ternyata Kerap Disiksa dan Hampir Diperkosa 

POSBELITUNG.CO -- Puluhan tahun menyimpan rahasia kehidupan yang sangat luar biasa, seorang TKI perempuan bernama Hani akhirnya membongkar rahasia tersebut.

Bukan tanpa alasan, Hani sangat menjaga pegalaman pilu yang sempat menimpa dirinya, karena setiap kali ia mencoba mengingat kembali lembaran tersebut, dirinya selalu menitikan air mata.

Namun setelah mencoba berbincang denga suaminya, TKI perempuan ini akhirnya bersedia menceritakan tentang kisah hidup selama menjadi TKI di negara Arab melalui kanal YouTube pribadinya.

"Cerita ini udah puluhan tahun nggak pernah ada yang tau, kecuali akang, suami ku," kata Hani memulai.

"Dan aku juga udah minta izin akang 'boleh nggak aku ceritain masa lalu aku di YouTube', kata akang 'boleh, terserah kamu', gitu," urai Hani.

Atas izin tersebut, TKI perempuan ini akhirnya mulai angkat bicara dan bersedia membuat sebuah video tentang kisah hidupnya tersebut.

Di mulai dari tahun 2000 saat Hani baru saja tamat SMA di usia 16 tahun, ia sangat berkeinginan untuk bisa membahagiakan kedua orang tuanya.

Di kampung tempat Hani tinggal banyak tetangga yang  menjadi seorang pekerja imigran ke luar negeri, melihat fenomena yang ada, Hani lantas memiliki keinginan yang serupa.

Lantaran tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, akhirnya Hani memutuskan untuk menjadi seorang TKI di negara Arab.

Singkat cerita, terbanglah Hani ke negara Kuwait, salah satu negara Arab di Timur Tengah yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi.

Setibanya di negara itu, Hani langsung mendapatkan majikan, tugas dan pekerjaan TKI perempuan ini mengurus anak majikannya yang masih berusia satu tahun serta menjadi PRT.

Saat pertama kali bekerja, Hani mengaku belum bisa apa-apa lantaran dirinya merupakan lulusan SMA yang belum pernah bekerja sebelumnya, terlebih beban kerja yang ia tanggung cukup berat.

TKI perempuan ini berharap majikannya bisa memahani dan membimbingnya untuk beberapa waktu, namun ternyata harapan itu tidak ia dapati, semua pekerjaannya dianggap salah oleh majikan.

"Nggak tau apa-apa, aku nggak diajarin sama majikan ngasih makan bayi apa, aku nggak punya pengalaman apa-apa, hari pertama-kedua udah dimarahin," ujar Hani.

Tak ingin rugi lantaran sudah membayar pekerja, majikan Hani lantas mengajari TKI perempuan ini terkait beberapa tugas yang harus ia kerjakan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved