berita pangkalpinang
Cuaca Ekstrem Ancam Nelayan saat Mencari Ikan, Kasat Polair Imbau Nelayan Tak Nekat Melaut
Potensi cuaca ekstrem akan terjadi pada periode akhir Desember 2022 hingga Januari 2023 baik di sisi daratan maupun perairan di Provinsi Babel.
Penulis: Rizky Irianda Pahlevy |
POSBELITUNG.CO, BANGKA – Cuaca ekstrem yang terjadi di penghujung tahun 2022 sangat berbahaya bagi nelayan saat melaut.
Kasat Polair Polresta Pangkalpinang, AKP Irwan Haryadi mengimbau para nelayan tak melaut hingga dua minggu ke depan.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang, potensi cuaca ekstrem akan terjadi pada periode akhir Desember 2022 hingga Januari 2023 baik di sisi daratan maupun perairan di Provinsi Bangka Belitung.
"Iya untuk nelayan sudah kami imbau untuk dua minggu ke depan, cuaca ini masih ekstrem badai di laut, kalau bisa tunda dulu ke laut. Setiap personel melakukan patroli juga terus kami arahkan, untuk tidak melaut sampai cuaca kembali normal," ujar AKP Irwan Haryadi.
Selain itu pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam terkait surat persetujuan perikanan (SPP) kepada nelayan selama cuaca ekstrem berlangsung.
"Jadi untuk nelayan apabila ke laut kan ada surat SPP yang dikeluarkan KSOP, jadi kami minta jangan diberikan dulu kepada nelayan. Antisipasi kejadian yang tidak kita inginkan, tapi saya tanya para nelayan juga sudah sadar diri mereka juga tidak mau ke laut dulu untuk saat ini," jelasnya.
Sementara itu satu diantara nelayan di dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ketapang, Eman mengaku tak lagi melaut hingga cuaca kembali normal.
"Tentunya kalau ngeluh ya ngeluh gak bisa melaut cari ikan, tapi tentunya kami lebih mengutamakan keselamatan. Ya dari pada maksa bekerja juga percuma, jadi mending gak dulu lah," tutur Eman.
Kini sudah sembilan hari lamanya, Eman bersama rekan-rekan nelayan lainnya tidak pergi mencari ikan di laut.
Sejumlah pekerjaan sampingan guna mengisi waktu luang pun dilakukan, mulai dari membersihkan hingga memperbaiki kapal.
"Terakhir melaut itu tanggal 20 kemarin, itu juga sudah mulai gelombang dan anginnya udah kencang," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20221229-Imbau-nelayan-terkait-cuaca-ekstrem.jpg)