MotoGP 2023 Start 24 Maret, Tahun Penebusan Dosa Mordibelli

Meski terasa masih cukup lama, genderang perang MotoGP 2023 sudah ditabuh Franco Morbidelli, pebalap Monster Energy Yamaha.

Editor: M Ismunadi
VLADIMIR SIMICEK / AFP
Dalam foto 19 Agustus 2022 lalu, tampak aksi Pebalap Monster Energy Yamaha, Franco Morbidelli saat latihan bebas di Sirkuit Redbull Ring pada GP Austria. 

POSBELITUNG.CO - MotoGP 2023 direncanakan mulai digelar pada 24 Maret mendatang.

Meski terasa masih cukup lama, genderang perang sudah ditabuh Franco Morbidelli, pebalap Monster Energy Yamaha.

MotoGP 2023 akan menjadi tahun penebusan dosa sekaligus penentuan nasib bagi Franco Morbidelli apakah dirinya masih akan berada di Yamaha, atau tidak.

Morbidelli mencatatkan hasil mengecewakan pada MotoGP 2022, pasalnya dia tidak mampu berbuat banyak meski mendapatkan dukungan penuh dari Yamaha.

Juara Dunia Moto2 tahun 2017 tersebut harus mengakhiri musim 2022 dengan menempati peringkat
ke-19.

Dari 20 balapan yang dijalaninya selama satu musim, Morbidelli hanya mampu mengumpulkan 42 poin.

Pebalap Italia ini lebih sering berkutat di papan tengah dan bawah.

Penampilannya sangat jauh jika dibandingkan Morbidelli pada tahun 2020, dimana dia berhasil keluar sebagai runner-up juara dunia.

Baca juga: Francesco Bagnaia Juara Dunia MotoGP 2022, Lepas Beban Besar

Pengamat MotoGP, Carlo Pernat mengatakan jika Morbidelli kembali menunjukkan performa mengecewakan pada MotoGP 2023, bukan tidak mungkin dia akan didepak dari Yamaha.

Sehingga MotoGP 2023 akan menjadi sangat penting bagi Morbidelli, selain penebusan dosa juga akan jadi tahun penentuan nasibnya.

"MotoGP 2023 akan menjadi tahun yang penting bagi Morbidelli," ucap Pernat dikutip BolaSport.com daro Motorcycle Sport.

Pernat sebenarnya tidak menyangka bahwa Morbidelli bisa tampil mengecewakan pada MotoGP 2022.

Pasalnya rekam jejak Morbidelli tidak begitu buruk pada musim-musim sebelumnya.

Bakat Morbidelli juga tidak perlu diragukan lagi, buktinya dia mampu meraih gelar juara dunia Moto2 tahun 2017 dan runner-up juara dunia MotoGP 2020.

"Saya tidak habis pikir seseorang yang telah menunjukkan apa yang dia tunjukkan di masa lalu, bermain di Kejuaraan Dunia dan memenangkan GP, bisa kehilangan bakatnya," ucap Pernat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved