Pos Belitung Hari Ini
Peminat Pernak-pernik Imlek di Manggar Belitung Timur Masih Sepi
H-9 menjelang Imlek, aktivitas masyarakat Tionghoa berburu pernak pernik Imlek di Manggar, Belitung Timur masih biasa-biasa saja.
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Masyarakat Tionghoa sebentar lagi akan menyambut perayaan tahun baru Imlek. Tepatnya pada 22 Januari 2023 mendatang.
Namun, H-9 menjelang Imlek, aktivitas masyarakat Tionghoa berburu pernak pernik Imlek masih biasa-biasa saja.
Pemilik toko usaha penjualan pernak-pernik Imlek di Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bahkan mengaku aktivitas jual beli kebutuhan Imlek itu terasa sepi dibandingkan tahun-tahun lalu.
Di Jalan Jenderal Sudirman kawasan Pasar Manggar yang dipenuhi toko-toko dan warung kopi milik masyarakat Tionghoa masih belum dihiasi lampion dan pernak-pernik khas Imlek.
Budi Setia Utomo, pengurus Toko Hoky yang menjual pernak-pernik dan alat sembahyang masyarakat Tionghoa di Manggar, mengatakan pembeli yang datang sampai saat ini masih belum terlalu ramai.
Kebiasaan masyarakat Tionghoa di Beltim memang baru akan ramai berbelanja apabila sudah mau mendekati Im- lek.
Baca juga: Ketua DPRD dan Kapolres Cek Harga Kebutuhan Pokok Jelang Imlek, Fezzi: Harga Masih Stabil
Budi mengaku Imlek tahun ini memang tampak sepi ketimbang tahun lalu.
Biasanya meskipun masih H-9, tapi pembeli sudah mulai berdatangan sejak jauh-jauh hari.
“Kurang ramai, lebih ra- mai tahun lalu kayaknya. Pokoknya tahun lalu lebih ramai dari tahun sekarang,” kata Budi.
Toko Hoky menjual berbagai pernak-pernik khas perayaan Imlek.
Ada juga alat-alat sembahyang seperti lampion, angpao, lilin, garu, baju-baju untuk ritual keagamaan dan lainnya.
Budi pesimis Imlek tahun ini barang-barang yang terjual akan lebih sedikit ketimbang tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun lalu, tanggal segini sudah mulai ramai yang beli, tahun ini payah. Mungkin pengaruh harga timah, ekonomi kan makin sulit,” katanya.
Budi mengungkapkan, kisaran harga barang perayaan Imlek yang dijual di Toko Hoky mulai dari sepasang lilin yang seribuan sampai lampion senilai tiga ratus ribuan.
Sebagai umat Tionghoa, Budi berharap di masa yang akan datang ekonomi dapat lebih baik dari sekarang. Daya beli masyarakat saat ini dirasakannya kurang karena keterpurukan ekonomi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230114_Pos-Belitung-Hari-Ini-Halaman-01.jpg)