Pos Belitung Hari Ini

Peminat Pernak-pernik Imlek di Manggar Belitung Timur Masih Sepi

H-9 menjelang Imlek, aktivitas masyarakat Tionghoa berburu pernak pernik Imlek di Manggar, Belitung Timur masih biasa-biasa saja.

Tayang:
Editor: M Ismunadi
Posbelitung.co
Pos Belitung Hari Ini, Sabtu, 14 Januari 2023. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Masyarakat Tionghoa sebentar lagi akan menyambut perayaan tahun baru Imlek. Tepatnya pada 22 Januari 2023 mendatang.

Namun, H-9 menjelang Imlek, aktivitas masyarakat Tionghoa berburu pernak pernik Imlek masih biasa-biasa saja.

Pemilik toko usaha penjualan pernak-pernik Imlek di Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bahkan mengaku aktivitas jual beli kebutuhan Imlek itu terasa sepi dibandingkan tahun-tahun lalu.

Di Jalan Jenderal Sudirman kawasan Pasar Manggar yang dipenuhi toko-toko dan warung kopi milik masyarakat Tionghoa masih belum dihiasi lampion dan pernak-pernik khas Imlek.

Budi Setia Utomo, pengurus Toko Hoky yang menjual pernak-pernik dan alat sembahyang masyarakat Tionghoa di Manggar, mengatakan pembeli yang datang sampai saat ini masih belum terlalu ramai.

Kebiasaan masyarakat Tionghoa di Beltim memang baru akan ramai berbelanja apabila sudah mau mendekati Im- lek.

Baca juga: Ketua DPRD dan Kapolres Cek Harga Kebutuhan Pokok Jelang Imlek, Fezzi: Harga Masih Stabil

Budi mengaku Imlek tahun ini memang tampak sepi ketimbang tahun lalu.

Biasanya meskipun masih H-9, tapi pembeli sudah mulai berdatangan sejak jauh-jauh hari.

“Kurang ramai, lebih ra- mai tahun lalu kayaknya. Pokoknya tahun lalu lebih ramai dari tahun sekarang,” kata Budi.

Toko Hoky menjual berbagai pernak-pernik khas perayaan Imlek.

Ada juga alat-alat sembahyang seperti lampion, angpao, lilin, garu, baju-baju untuk ritual keagamaan dan lainnya.

Budi pesimis Imlek tahun ini barang-barang yang terjual akan lebih sedikit ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun lalu, tanggal segini sudah mulai ramai yang beli, tahun ini payah. Mungkin pengaruh harga timah, ekonomi kan makin sulit,” katanya.

Budi mengungkapkan, kisaran harga barang perayaan Imlek yang dijual di Toko Hoky mulai dari sepasang lilin yang seribuan sampai lampion senilai tiga ratus ribuan.

Sebagai umat Tionghoa, Budi berharap di masa yang akan datang ekonomi dapat lebih baik dari sekarang. Daya beli masyarakat saat ini dirasakannya kurang karena keterpurukan ekonomi.

Pengurus Harian Kelenteng Dharma Suci di Beltim, Ateng mengatakan perayaan Imlek tahun ini dilakukan seperti biasa saja, yaitu melakukan ibadah sembahyang.

“Ga ada apa-apa, cuma sembahyang biasa. Kita tidak bisa menjamin ada atau tidak acara meriah seperti barong- sai, itu tergantung ada atau tidak pemainnya,” kata Ateng.

Baca juga: Awal 2023, Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin Belitung Masih Low Season

Sementara itu, pembuat kue keranjang di Manggar, Desi (25) mengaku dapat lebih banyak pesanan untuk hari raya Imlek tahun ini ketimbang tahun lalu.

Sebelumnya ia biasa mendapatkan pesanan kue keranjang sekitar 100 kilogram saja, tapi di tahun 2023 ini pesanan ber- tambah dua kali lipat sebanyak 200 kilogram.

“Saya jualnya perkilo- gram, satu kilogram dapat dua kue keranjang, kue ker- anjang itu setengah kilogram satunya,” kata Desi.

Kue keranjang yang dia buat menggunakan dua bahan dasar yaitu beras ketan dan gula pasir lalu dimasak menggunakan kayu api.

“Harganya naik dari tahun kemarin, tahun kemarin Rp22.000 per kilogram, sekarang menjadi Rp23.000, karena bahan-bahan hargan- ya naik,” kata Desi.

Tahun ini akan menjadi kali pertama masyarakat Tionghoa dapat merayakan Imlek tanpa adanya pembatasan kerumunan masyarakat akibat pandemi Covid-19 yang telah melanda sejak akhir 2019 lalu.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari portal resmi Kementrian Kominfo RI, kominfo.go.id menerangkan, pemerintah pusat memutuskan untuk mencabut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
“Pada hari ini pemerintah memutuskan untuk mencabut PPKM yang tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022. Jadi, tidak ada lagi pembatasan kerumunan dan pergerakan masyarakat,” kata Presiden Jokowi, (30/ 12/2022) di portal resmi Kementrian Kominfo RI.

Awasi Harga

Harga barang kebutuhan pokok menjelang hari besar perayaan keagamaan bisanya cenderung naik.

Tak terkecuali menjelang perayaan Imlek sebentar lagi.

Berdasarkan statistik trend harga setiap menjelang hari besar perayaan keagamaan selalu ada sedikit lonjakan ketimbang hari biasa.

Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja dan Kapolres Beltim AKBP Arif Kurniatan saat mengecek harga bapok di Pasar Gantung, Jumat (13/1/2023).
Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja dan Kapolres Beltim AKBP Arif Kurniatan saat mengecek harga bapok di Pasar Gantung, Jumat (13/1/2023). (Ist.HumasPolresBeltim)

Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DP- MPTSPP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mewanti-wanti subdistributor agar pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia.

“Kita terus berkomunikasi dengan subdistributor dan me- wanti-wanti jika pasokan bahan pokok tidak ada,” kata Sekretaris DPMPTSPP Kabupaten Beltim, Harli Agusta kepada Pos Belitung, Jumat (13/1/2023).

Harli mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan harga barang kebutuhan pokok menjelang Imlek tahun 2023.

Untuk mencegah terjadinya lonjakan harga yang berlebihan, DPMPTSPP akan mengawasi subdistributor barang kebutuhan pokok di Beltim.

Belitung Timur saat ini tidak mempunyai distributor barang kebutuhan pokok.

Semua pasokan barang bergantung dari Kabupaten Belitung.

“Ini syukur karena biasanya Januari cuaca buruk, tapi ini pasokan masih lancar dan harga masih relatif stabil per tanggal 12 Januari,” katanya.

Ia menegaskan harga barang kebutuhan pokok saat ini relatif stabil mengingat pasokan aman.

Kondisi cuaca juga mendukung terhadap pasokan barang ke Belitung.

DPMPTSPP biasanya melakukan operasi pasar setiap hendak memasuki hari raya keagam- aan. Namun saat ini masih awal tahun.

Menurut Harli, pihaknya juga dan tergantung rencana program Tim Pemantau In- flasi Daerah (TPID).

“Dari situ nanti baru kita rancang program-program menjelang hari raya itu. Mungkin setelah pertemuan den- gan TPID akan melakukan stabilisasi harga,” ujarnya.

Menjelang perayaan Imlek, Ketua DPRD Kabupaten Beltim Fezzi Uktolseja dan Kapolres Beltim AKBP Arif Kurniatan mengecek harga kebutuhan di Pasar Gantung, Jumat (13/1).

Pengecekan itu untuk memastikan stok dan harga kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Seusai pengecekan, Fezzi mengatakan harga-harga masih stabil dan stok masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Meskipun ada kenaikan di beberapa jenis barang namun menurutnya hal itu tidak signifikan.

“Kondisi sekarang masih stabil untuk kebutuhan pokok. Hanya saja untuk komoditi ikan kita agak susah. Karena faktor cuaca,” kata Fezzi.

Dia membandingkan harga kebutuhan pokok di Beltim dengan Jakarta yang tidak terlampau jauh.

Dia mencontohkan harga cabai kampung di Jakarta Rp74.000. Sedangkan di Beltim Rp85.000.

Senada, Kapolres Beltim AKBP Arif Kurniatan menga- takan bahwa harga-harga di pasaran masih stabil untuk kategori bahan pokok.

Menurutnya, hal yang harus diwaspadai yakni cuaca ek- strem belakangan.

“Cuaca buruk ini yang menyebabkan suplai barang- barang jadi terhambat yang asalnya dari Jakarta atau luar daerah,” kata lelaki yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit I Bidang Industri, Perdagangan, dan Investasi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Babel itu.

Arif memastikan saat ini harga masih stabil menjelang Im- lek. Ia meminta masyarakat agar tidak khawatir terhadap pasokan dan stok barang.

“Kemudian juga jangan panic buying. Hal itu nanti yang bisa menyebabkan stok barang menipis yang otom- atis membuat harga naik,” kata AKBP Arif yang didampingi juga oleh Kapolsek Gantung AKP Jean Alvin Sinulingga dan Camat Gantung Mustofa.

Arus Penumpang Turun
 
Memasuki awal 2023, kondisi penumpang di Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin, Belitung mengalami low season.

Traffic penumpang rata-rata sekitar 1.500 orang perhari.

Hal itu diungkapkan General Executive Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin, Khaerul Assidiqi .

Meskipun demikian, jumlah penerbangan tetap 14 penerbangan setiap hari dengan rute Jakarta-Tanjungpandan dan Pangkalpinang-Tanjung pandan.

“Memang polanya itu setelah liburan panjang, mengalami penurunan. Kalau musim liburan biasanya rata- rata mencapai 2.000 penumpang sekarang 1.500 penumpang take off landing,” ujar Khaerul kepada Pos Belitung, Jumat (13/1).

Ia menjelaskan jumlah penumpang di bandara pada dasarnya sangat dipengaruhi musim liburan, perayaan hari besar keagamaan atau event tertentu.

Misalnya di akhir Desember 2022 lalu bertepatan dengan momen libur sekolah, perayaan Natal dan Tahun Baru, sehingga jumlah penumpang meningkat drastis.

Ia memprediksi momen perayaan Imlek yang jatuh pada tanggal 22 Januari nanti akan memengaruhi jumlah penumpang.

“Kalau Imlek belum ada, karena memang dinamis. Biasanya kebiasaan penumpang itu mendekati hari H mulai ramai,” katanya. (w6/s1/dol)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved