TKI
TKI Perempuan Ini Ditinggal Pergi Kekasihnya Usai Hamil 6 Bulan, Dituding Pelakor padahal Bukan
Usai menjalin hubungan beberapa lama, TKI perempuan ini kemudian hamil. Nahasnya setelah hamil ia tidak dinikahi oleh laki-laki tersebut.
POSBELITUNG.CO -- Seorang perempuan yang tidak diketahui namanya membagikan kisah pilu tentang dirinya selama menjadi TKI di Taiwan.
Di Taiwan ia kenal dengan sosok laki-laki asal Purwodadi bernama Berto.
Usai menjalin hubungan beberapa lama, TKI perempuan ini kemudian hamil. Nahasnya setelah hamil ia tidak dinikahi oleh laki-laki tersebut.
Laki-laki itu lantas kembali ke Indonesia dan memblokir semua jalur komunikasi dengan TKI perempuan yang tidak diketahui namanya ini.
Dalam kondisi hamil, TKI perempuan ini mendapatkan kabar bahwa kekasihnya itu telah bertunangan dan menikah dengan perempuan lain.
Mirisnya lagi, TKI perempuan ini dituding sebagai pelakor, padahal ia tidak mengetahui sama sekali jika kekasihnya memiliki kekasih di Tanah Air.
TKI perempuan ini menegaskan bahwa jika ia mengetahui kekasihnya itu hendak menikah, ia tidak akan sudi berkenalan dengan laki-laki bernama Berto.
"Memang nggak tau, karena posisinya dia telfon 24 jam dengan saya, pulang pun bukannya ke mes pabrik tapi dia pulangnya ke kontrakan kita berdua," ujar TKI perempuan yang tidak diketahui namanya tersebut.
"Berita BMI saya merebut suami orang, sedangkan perbedaannya jauh, saya kehamilannya berapa bulan, dan dia pernikahannya kapan," tambah TKI perempuan itu.
Diungkapkan oleh TKI perempuan ini bahwa saat kekasihnya menikah, usia kehamilannya tersebut sudah masuk 5 bulan.
"Maaf buat sang istrinya mas Berto, kalau memang saya sudah mengetahui dari awal mas Berto itu sudah punya Anda, saya tidak akan mau," tegasnya.
Kisah tentang TKI perempuan ini dibagikan oleh kanal YouTube KOMUNITAS BMI INDONESIA dengan tujuan hendak memberi pelajaran kepada para TKI perempuan atau TKW yang bekerja ke luar negeri.
Lewat video yang diunggah tersebut, TKI perempuan ingin menyampaikan pesan kepada Berto untuk meminta pertanggung jawabannya terkait janin kembar yang ada di dalam kandungan.
TKI perempuan ini menegaskan ia tidak ingin meminta Berto kembali, ia hanya ingin laki-laki tersebut untuk bertanggung jawab, terlebih dalam kondisi hamil seperti saat ini, TKI perempuan tersebut sulit bekerja.
"Ini bukan buat contoh, ini buat peringatan, jangan sampai kayak saya korban garangan," kata TKI perempuan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230120-tki-perempuan-Taiwan.jpg)