Berita Pangkalpinang

Harga Terasi di Pangkalpinang Naik 2 Kali Lipat, Simak Cara Simpan Terasi agar Awet dan Tak Berjamur

Kenaikan harga terasi yang hampir dua kali lipat harga normal saat ini, membuat omzet usaha rumah makan di Kota Pangkalpinang ikut terimbas.

Tayang:
Penulis: Novita CC | Editor: Novita
Bangkapos.com/Sela Agustika
Deretan produk terasi yang dijual di Pasar Induk Pembangunan Kota Pangkalpinang, Selasa (30/1/2023). Diketahui, dalam tiga bulan terakhir, harga terasi di Kota Pangkalpinang naik akibat kurangnya pasokan bahan baku. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Kondisi cuaca kurang baik yang melanda daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berimbas kepada harga terasi.

Terasi atau belacan merupakan bumbu masakan beraroma khas yang menjadi penyedap masakan.

Kini harga jual terasi di Kota Pangkalpinang mengalami kenaikan dua kali lipat akibat kurangnya pasokan bahan baku udang yang sulit didapat.

Satu di antaranya disebabkan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi sekarang ini.

Kenaikan harga terasi yang mencapai dua kali lipat itu pun tak ayal membuat pembeli terkejut.

"Harga terasi ini sudah tiga bulan terakhir naik. Bukan hanya harga terasi yang mengalami kenaikan, namun pasokan terasi juga saat ini menipis. Karena memang bahan baku yang sekarang sulit didapatkan, apalagi saat ombak tinggi dan hujan saat ini," jelas Cepot, pedadang terasi di Pasar Kota Pangkalpinang kepada Bangkapos.com, Selasa (31/1/2023).

Sebelumnya, harga terasi kualitas premium (udang asli) kualitas nomor satu dijual di kisaran harga Rp45 ribu per kilogram, kini dijual dengan harga Rp90 ribu hingga Rp100 ribu.

Sedangkan terasi biasa (kecalok), kini dijual Rp30 ribu per kilogram dari harga belasan ribu. Meski stok saat ini terbatas, kata Cepot, dalam satu hari ia bisa menjual hingga 100 kilogram terasi.

"Kalau peminat lumayan masih normal, meski banyak yang terkejut saat awal-awal naik kemarin. Tetapi memang karena stok yang nomor terasi nomor satu ini kosong, jadi pembeli ini membeli tetasi yang tersedia, baik itu untuk yang nomor dua atau yang calok," tuturnya seraya menambahkan terasi yang dijual berasal dari daerah Bangka Selatan, seperti Pulau Besar, Toboali dan lainnya.

Cepot memprediksi harga terasi bakal kembali normal kurang lebih dua bulan tetakhir. Hal itu karena kondisi cuaca yang juga diprediksi kembali normal, sehingga bahan baku mudah didapatkan.

"Kalau sekarang masih tinggi, tapi kemungkinan dua bulan lagi baru akan turun kalau bahan baku, seperti udang ini sudah normal dan banyak lagi," ucapnya.

Hal senada dikatakan penjual terasi lain bernama Irman. Irman yang juga menjual terasi dari Bangka Selatan ini menyebut, harga jual terasi mengalami kenaikan dalam dua bulan terakhir.

Bahkan ia mengatakan, stok terasi premium yang biasanya diminati konsumen sulit didapatkan atau kosong.

"Bukan harga sekarang yang naik, tapi terasi yang premium biasa kita jual Rp50 ribu per kilonya sulit didapat dam harganya pun bisa menyentuh angka Rp100 ribu per kilo," bebernya.

Omzet Usaha Ikut Terdampak

Ilustrasi sambal terasi
Ilustrasi sambal terasi (Sajian Sedap)
Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved