Berita Belitung

Festival Cap Go Meh Merajut Keberagaman Multikultural

Ribuan warga menyaksikan pembukaan Festival Cap Go Meh Belitung, Jumat (3/2) malam.

Penulis: Rusaidah |
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Suasana Festival Malam Cap Go Meh Belitung yang berlangsung di halaman eks SMEP Jalan Sriwijaya. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Ribuan warga menyaksikan pembukaan Festival Cap Go Meh Belitung, Jumat (3/2) malam.

Festival yang berlangsung di halaman eks SMEP (depan Galeri KUKM) Belitung ini berlangsung meriah dengan hiburan-hiburan khas seperti penampilan barongsai. Lampion merah dan ornamen khas lainnya turut menghiasi festival yang berlangsung 3-5 Februari 2023 ini.

Festival Cap Go Meh di Belitung ini pun diwarnai puluhan pelaku UMKM Belitung yang menjual aneka kuliner. Pilihannya pun beragam, dari Chinese food, kuliner Nusantara, makanan lokal hingga jajanan kekinian.

"Kegiatan ini sebenarnya spontanitas diinisiasi bapak wakil bupati. Lalu kami koordinasi dengan pelaku usaha, ada 60 pelaku yang ikut memeriahkan festival ini," kata Kepala Dinas KUKMPTK Kabupaten Belitung, Syamsudin.

Festival ini, lanjutnya, dilakukan untuk merangsang semangat berusaha sehingga dapat meningkatkan daya saing pelaku UMKM Belitung. Di samping juga menjalin harmonisasi antar suku, agama dan budaya yang hidup bersama di Belitung. Hal ini sesuai tema yakni Warna Warni Belitung untuk Harmoni Indonesia.

Selama kegiatan festival, setiap malamnya ada beragam hiburan menarik yang telah disusun sedemikian rupa. Seperti ada barongsai, organ tunggal serta menghias lampion dan lomba fashion show pakaian tema Cap Go Meh.

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengatakan, Cap Go Meh bukan hanya agama, tapi juga kultur budaya. Di Indonesia, Cap Go Meh memiliki keterikatan antara pengaruh budaya lokal dan budaya yang ditinggalkan bagi etnis Tionghoa.

"Festival dapat merekatkan silaturahmi dan sebagai objek kepariwisataan. Wisatawan sembari dapat melihat ketentraman Belitung, dengan mereka melihat ini sebagai daerah yang aman, maka mereka akan memilih Belitung sebagai tempat wisata, dengan begitu ekonomi berputar," ujarnya.

Dirinya juga membahas tradisional Cap Go Meh. Cap Go Meh berasal dari kata Cap Go yang berarti lima belah dan Meh berarti malam, yang jika diartikan malam ke-15. Sebenarnya puncak Cap Go Meh ialah pada 5 Februari.

Dalam tradisi Tionghoa, ada pula kuliner khas yang dinikmati saat Cap Go Meh yakni Lontong Cap Go Meh. Dalam penyajian menu makanan ini pun memiliki filosofi tersendiri serta dipercaya membawa keberuntungan. Bentuk lontong yang memanjang melambangkan umur yang panjar serta ada telur yang melambangkan keberuntungan.

Isyak pun menambahkan, di halaman eks Kantor SMEP, lokasi Festival Cap Go Meh berlangsung nantinya akan dibangun mall UMKM. Termasuk jembatan penyeberangan yang menghubungkan antara mall UMKM dan Galeri KUKM Belitung.

"Kalau lancar pembangunannya, nanti Desember kita resmikan mall UMKM pertama di Bangka Belitung," tuturnya. (del)

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved