Gempa di Turki

Prediksi Ilmuan, Rusia Potensi Bernasib Sama

Semenanjung Krimea di Rusia barat daya 'suatu hari nanti' dapat mengalami gempa bumi setara Turki dan Suriah pada Senin lalu.

Twitter
Video detik-detik bayi baru lahir diselamatkan setelah terjadinya gempa di Suriah, Senin (6/2/2023). 

POSBELITUNG.CO -- Semenanjung Krimea di Rusia barat daya 'suatu hari nanti' dapat mengalami gempa bumi setara Turki dan Suriah pada Senin lalu.

Terakhir kali wilayah itu dilanda gempa besar hampir 100 tahun yang lalu.

Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (10/2/2023), dalam sebuah wawancara dengan Kantor berita Rusia RIA Novosti yang diterbitkan pada Selasa lalu, Aleksandr Gorshkov dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menjelaskan bahwa 'Krimea termasuk dalam sabuk Alpine-Himalaya, struktur yang sama dengan Turki'.

"Peristiwa semacam itu dapat terulang kembali di Krimea pada prinsipnya," kata Gorshkov.

Perlu diketahui, serangkaian gempa terkuat yang tercatat di semenanjung itu dalam sejarah baru-baru ini terjadi pada 1927.

Sementara jumlah korban tewas tidak separah yang terlihat minggu ini di Turki dan Suriah, namun beberapa bangunan rata dengan tanah.

Sejak saat itu, terjadi beberapa gempa kecil di Krimea yang tidak menimbulkan kerusakan besar, termasuk dua gempa berkekuatan kurang dari 3 skala richter yang terjadi pada Januari 2021.

Terkait gempa Turki dan Suriah, gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,8 skala richter itu berpusat di tenggara Turki, tepatnya di provinsi Kahramanmaras pada Senin pagi, pukul 04.17 waktu setempat.


 Perlu diketahui, Turki dan Suriah merupakan negara tetangga, sedangkan pusat gempa yakni di Kahramanmaras berada di perbatasan kedua negara.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pun telah melakukan komunikasi dengan Gubernur Kahramanmaras dan menyampaikan duka cita kepada masyarakat terdampak.

Tim SAR juga telah dikerahkan dari seluruh penjuru Turki.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah penyelamatan korban yang terjebak di reruntuhan dan bantuan darurat bagi masyarakat terdampak.

Sedangkan angka korban tewas gabungan Turki dan Suriah saat ini mencapai lebih dari 21.000 orang.

Seperti diketahui  sudah 20.000 lebih jiwa melayang akibat gempa di Turki dan Suriah. Dikutip Al Jazeera, Badan Bencana Turki melaporkan jumlah korban tewas yang dikonfirmasi negara itu, Kamis (9/2/2023) malam menjadi 17.406.

Penghitungan diperkirakan akan meningkat lagi saat petugas menyisir ribuan puing-puing bangunan yang rata dengan tanah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved