Warga di Mimika Blokade Jalan Gegara Dapat Kabar Ada Warga Tewas Dianiaya, ini Kata Polisi

Mulanya, istri dari korban meninggal yang bernama Abdul Rahman Tuturop melapor ke Polsek. Istri korban melaporkan atas dugaan pengambilan uang yang...

Tayang:
Istimewa
Warga Mapurujaya Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Selatan melakukan aksi blokade jalan dengan membakar ban bekas, menyusul informasi adanya warga setempat yang tewas setelah dianiaya, Sabtu (25/2/2023). 

POSBELITUNG.CO -- Warga di Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (25/2/2023) dini hari melakukan blokade jalan.

Aksi blokade jalan itu terjadi menyusul adanya kabar salah satu warga yang tewas dianiaya.

Mengutip dari Tribun-Papua.com, warga setempat pun langsung melakukan blokade jalan dengan membakar ban dan membuat akses jalan sempat terheti.

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, mengonfirmasi dengan menjelaskan situasi.

"Sabar dulu ya, nanti saya sampaikan. Untuk situasi sudah bisa dikendalikan," singkatnya.

Kasus blokade jalan tersebut pun ditangani oleh Polsek Mimika Timur.

Soal salah satu warga yang tewas, Kapolsek Mimika Timur, AKP Matheus T Ate mengonfirmasi jika benar ada laporan terkait hal itu.

Baca juga: 11 ABG di Belitung Timur Babel Diduga Pesta Seks dan Miras di Penginapan Murah, 5 Pelaku Kabur

Baca juga: BIODATA dan Profil Yaqut Cholil Qoumas, Teringat Momen David Korban Penganiayaan Ucapkan Syahadat

Baca juga: Harga HP OPPO Reno 8T 5G dengan RAM 8GB Mulai Dijual Rp 4 Jutaan, Ini Spesifikasinya

Mulanya, istri dari korban meninggal yang bernama Abdul Rahman Tuturop melapor ke Polsek.

Istri korban melaporkan atas dugaan pengambilan uang yang dilakukan oleh Yahya.

Matheus pun mengungkapkan, pihak kepolisian langsung menangkap Yahya yang saat itu sedang berboncengan dengan Abdul.

"Laporan istri korban itu kami langsung respons dan menemukan Yahya dengan korban sedang berboncengan dan dihentikan oleh polisi di SP 4 Timika," ungkap Matheus seperti yang diwartakan Tribun-Papua.com.

Saat ditangkap, Yahya dalam kondisi mabuk.

Lantas, Yahya dibawa ke Polsek menggunakan mobil patroli untuk dimintai keterangan.

Beberapa saat kemudian, korban sudah tidak terlihat di belakang mobil.

Ternyata, korban sudah tergeletak di dalam sebuah got.

Pihak kepolisian pun langsung mengistruksikan Yahya untuk mengangkat korban.

Baca juga: Kerusuhan di Wamena, 9 Orang Tewas dan 17 Luka-luka, Kondisi Kini Mulai Kondusif

Baca juga: Daftar Harga dan Spesifikasi HP OPPO Reno 6 di Februari 2023, Termasuk HP OPPO Termurah Lainnya

Baca juga: BIODATA dan Profil Clara Shinta, Selebgram TikTok yang Viral Mobilnya Diambil Paksa Debt Collector

Abdul pun ditemukan dalam kondisi patah kaki.

"Kami suruh Yahya angkat korban di got dalam kondisi lemas. Untuk kronologis kenapa korban di got dengan kondisi kaki patah belum diketahui penyebabnya,” kata Matheus sambil mengatakan tidak benar ada anggota Polisi yang melakukan pemukulan.

Pihaknya juga saat ini sedang menggali informasi terkait tewasnya Abdul.

Matheus juga menceritakan, bahwa ada personel polisi yang diserang oleh warga.

Penyerangan tersebut, diduga karena warga mengira korban tewas dianiaya pihak kepolisian.

"Penyerangan itu membuat dua anggota Polsek terluka. Satu luka di bagian mulut dan satu kena batu dibagian pelipis. Kaca kantor juga pecah," jelasnya.

Pihaknya dan Danramil Mapurajaya pun mendatangi rumah korban untuk menjelaskan kejadian tewasnya Abdul.

"Keluarga menolak dan meminta saudara Yahya menjelaskan langsung di pihak keluarga korban baru mereka percaya," tuturnya.

Saat ini, Yahya dan keluarga korban telah dibawa ke Polres Mimika untuk dilakukan mediasi.

Baca juga: Contoh Soal PTS, UTS Kelas 6 Tema 7 Bahasa Indonesia Semester 2: Pilihan Ganda dan Esai

(*/)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved