TKI

Pengalaman jadi TKI Kaburan di Arab Saudi, Ternyata Gajinya Lebih Besar

Nur menyebutkan bahwa dulu gajinya hanya sekitar 1.200 (Riyal) atau sekitar Rp4 jutaan. Namun saat menjadi TKI kaburan, gaji TKI perempuan ini...

YouTube ABUEN CREATOR
Pengalaman jadi TKI Kaburan di Arab Saudi, Ternyata Gajinya Lebih Besar 

"Dukanya ya resikonya, apalagi kita yang nggak pegang iqomah, nggak pegang paspor, di jalan kita punya rasa takut, mau ke manapun, mau sebebas apapun kita, kita punya rasa takut, punya rasa cemas," imbuhnya.

TKI perempuan ini tahu betul resiko yang akan ia hadapi jika suatu saat ia bertemu dengan pihak kepolisian dan akhirnya harus dipulangkan.

Namun sejauh ini ia memegang teguh prinsip bahwa selama rezekinya masih ada di sana, tidak ada yang bisa menghalangi jalan rezeki tersebut untuk menghampirinya.

"Kita di luar nggak punya iqomah itu kita tahu resikonya, ntah itu besok, ntah itu lusa, pasti kalau polisi nemuin kita, yaudah gitu, kita pulang"

"Cuma itu kembali lagi ke nasib ya, sama halnya seperti saya. Saya di sini udah enam tahun, saya dari kabur mungkin 4,5 tahun di luar. Ketika nasib belum berpihak untuk pulang, mau di manapun kita ketemu sama polisi, ya alhamdulillah masih di sini," ungkap Nur.

TKI perempuan ini juga berbagi pengalaman terkait gajinya saat masih menjadi TKI legal.

Nur menyebutkan bahwa dulu gajinya hanya sekitar 1.200 (Riyal) atau sekitar Rp4 jutaan.

Namun saat menjadi TKI kaburan, gaji TKI perempuan ini bisa setara dengan pegawai di Indonesia, bisa mencapai RP7 jutaan.

"Rata-rata di Madinah tu gaji 2.000 (Riyal) yang bulanan, bisa lebih mungkin 2.200 bisa, itu pun untuk yang bisa masak, yang bisa pegang semua. 2.000 (dikisaran) Rp7 juta," ungkap Nur.

Kendati demikian, upah tersebut tergantung dengan seberapa sering ia bekerja, lantaran TKI perempuan ini bekerja tidak terikat dengan majikan.

Sehingga jika ia lebih banyak cuti, tentu pendapatannya akan berkurang dari Rp7 juta tersebut.

Sebagai TKI ilegal yang tahu resiko yang ada di hadapannya, TKI perempuan ini menyampaikan pesan kepada rekan seprofesinya yang lain.

Jika mendapatkan upah, usahakan untuk menyisih uang tersebut sebagai tabungan.

Sehingga saat sudah kembali lagi ke Tanah Air, tidak ada lagi pikiran untuk kembali menjadi TKI ke luar negeri.

"Ada pesan sedikit, kita tidak selamanya di sini, ada keluarga yang menunggu kita di Indo (Indonesia), sebisa mungkin jika kalian bisa nabung, ya mending uangnya dipake nabung ke Indo aja," kata TKI perempuan tersebut.

"Biar kita pulang itu nggak ngerasain capek lagi ataupun berfikir lagi untuk kembali ke sini, karena tau segimana pun bebas di negara orang, tempat yang paling nyaman, aman, kampung halaman kita sendiri, Indonesia," tambahnya.

(Posbelitung.co/Fitri Wahyuni)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved