Horrizzon

Menuntut Tanggung Jawab Ridwan Djamaluddin

Respons berbeda tampak muncul begitu Ridwan bersikap tegas terhadap pengusaha besar, sebut saja langkah terakhirnya mengajak

Editor: Kamri
Bangka Pos
Ibnu Taufik Juwariyanto/Editor In Chief Bangka Pos Group 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sejak dilantik menjadi Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin memang langsung menunjukkan posisinya berseberangan dengan praktik illegal mining di tanah kelahirannya.

Sikap itu ditunjukkan secara nyata ke publik saat Ridwan membentuk Satgas Tambang Ilegal.

Ridwan konsisten dengan sikapnya dengan beberapa kali melihat langsung ke lokasi penambangan yang diduga ilegal.

Memang, ketika melakukan sidak ke lapangan, lebih banyak langkah persuasif dan pembinaan diambil oleh Ridwan dibanding memenjarakan rakyat kecil.

Tak bisa dimungkiri, langkah Ridwan dalam upaya membenahi tata kelola penambangan timah yang carut-marut ini sudah cukup untuk membuat ‘resah' para pelaku penambangan ilegal di Babel.

Sejumlah tudingan mulai dialamatkan ke putra daerah kelahiran Muntok ini, mulai disebut tidak prorakyat, tidak paham konstruksi perekonomian Babel dan banyak tudingan lainnya.

Meski demikian, hingga sejauh itu, tidak tampak ada perlawanan berarti terhadap langkah Pj Gubernur.

Pelaku tambang, termasuk kolektor dan ekosistem ikutan dari itu memilih cooling down.

Mungkin mereka berpikir posisi Ridwan Djamaluddin ini hanya sementara dan akan berakhir di awal 2023.

Respons berbeda tampak muncul begitu Ridwan bersikap tegas terhadap pengusaha besar, sebut saja langkah terakhirnya mengajak Direskrimsus Polda Babel mendatangi pengusaha timah di Kebintik, Bangka Tengah, beberapa waktu lalu.

Perlawanan terbuka terhadap Ridwan mulai kentara, hingga konon kabarnya, sikap ‘arogan' Ridwan saat melakukan sidak juga dilaporkan ke presiden.

Dasar memang keras kepala, Ridwan pun bergeming.

Makin dilawan, ia makin yakin bahwa apa yang dilakukan adalah langkah untuk membenahi tata kelola pertambangan timah di Bangka Belitung secara substantif.

Apalagi, usai langkah tegasnya di Belilik, siapa kawan dan siapa lawan terhadap kebijakannya makin nyata terpetakan.

Tidak usah sekaliber Ridwan Djamaluddin, yang kebetulan khatam betul soal seluk-beluk pertambangan, awam juga paham bahwa mafia besar timah di Bangka sedang terganggu dengan sikap Pj Gubernur.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved