Pos Belitung Hari Ini

Ganjar, Prabowo, Anies Saling Salip, Persaingan Elektabilitas 'Top Three' Mirip Pacuan Kuda

Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi mengatakan 'Top Three' sulit digeser sebab memiliki popularitas yang besar.

Istimewa
Pos Belitung Hari Ini, Senin (27/3/2023). 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Survei Nasional (Surnas) terbaru terkait dinamika elektoral Capres dan Cawapres pilihan publik yang dilakukan Indikator Politik Indonesia menunjukan Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan masih menduduki posisi tiga teratas alias 'Top Three'.

Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi mengatakan 'Top Three' sulit digeser sebab memiliki popularitas yang besar dan punya basis geografis besar.

"Elektabilitas 'Top Three' yaitu Ganjar, Prabowo, Anies, itu cenderung sticky, karena mereka punya tingkat kedikenalan yang besar, punya nasional platform, umumnya mereka punya basis geografis besar," ujar Burhanuddin pada Rilis Survei Nasional: Dinamika Elektoral Capres dan Cawapres Pilihan Publik dalam Dua Surnas Terbaru, Minggu(26/3/2023).

Menurutnya Ganjar Pranowo cukup kuat di Jawa Tengah. Sedangkan Anies Baswedan kuat di DKI Jakarta, Banten dan sebagian Jawa Barat. Prabowo Subianto sendiri cenderung dikenal di banyak tempat. Dinamika pergerakan agregat suara 'Top Three' cenderung naik dari Januari 2022, hingga Maret 2023.

Selain itu, agregat jumlah pemilih kandidat presiden di bawah 'Top Three' malah semakin menurun. Hal ini yang menurut Burhan juga membuat posisi 'Top Three' sulit digeser, jika tidak ada keajaiban.

"Kalau tidak ada mukjizat kemungkinan sulit untuk terjadi perubahan di tingkat masa mengenai 'Top Three' ini, karena sudah melekat," ujarnya.

Dalam simulasi Pemilu kepada 19 nama Capres, jika pemilihan diadakan sekarang, Ganjar Pranowo masih menduduki posisi teratas, disusul Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Ganjar memimpin dengan angka sebesar 30,8 persen. Sedangkan Anies dan Prabowo memiliki elektabilitas yang seimbang di level 21,7 persen.

Burhanuddin menganalogikan tren persaingan antara Ganjar, Prabowo, dan Anies mirip seperti pacuan kuda. Sebab, pada Februari 2020 lalu, Prabowo menjadi capres yang paling unggul, sementara Anies berada di peringkat dua, dan Ganjar di peringkat tiga.

Di bulan Januari 2021, Ganjar menyalip Anies di peringkat kedua. Setahun kemudian, pada April 2022, Ganjar memuncaki survei dengan menyalip Prabowo. Prabowo bahkan semakin turun ke peringkat tiga karena juga disalip oleh Anies.

Sebab, sekitar bulan OktoberNovember 2022, Anies dideklarasikan oleh Partai Nasdem menjadi capres.

Burhanuddin menyebut elektabilitas Prabowo sebagai calon presiden akhir-akhir ini mengalami kenaikan, imbas dari endorsement Jokowi.

Padahal, tingkat elektabilitas Prabowo sebelum di-endorse Jokowi cenderung menurun.

Bentuk-bentuk endorsement yang dimaksud, menurut Burhanuddin, ialah saat Jokowi menyebutkan tahun 2024 merupakan jatah Prabowo sebagai presiden dan Prabowo seringkali terlihat bersama dengan Jokowi.

"Terus terang kita agak jarang mendapati pola elektabilitas atau dukungan yang menurun kemudian tiba-tiba meningkat. Ini kan elektabilitas Pak Prabowo setahun terakhir kemudian tiba-tiba meningkat dalam beberapa bulan terakhir," katanya.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved