Berita Belitung
Dua Anak Muda Belitung Pamer Kain Cual dan T-Shirt Kaiya Studio di Singapura
Dalam event yang berlangsung 7-9 April 2023 itu, dua anak muda Belitung ini akan membawa produk-produk kreatif yang kental akan budaya Bangka Belitung
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kabar membanggakan dari dua anak muda Belitung, Muhammad Hatta atau Hatta Kabong dan Nadia DS Putri.
Kedua bersaudara ini bakal ambil bagian dalam pameran Celebfest yang berlangsung di Suntec Singapore Hall, Singapura.
Dalam event yang berlangsung 7-9 April 2023 itu, dua anak muda Belitung ini akan membawa produk-produk kreatif yang kental akan budaya Bangka Belitung.
Hatta yang dikenal sebagai Pemilik Rumah Budaya Kabong akan memamerkan tenun kain cual dari rumah produksinya.
Ia pun mulai mempersiapkan diri serta produk-produknya yang akan terpajang pada booth di kawasan pusat perdagangan Singapura itu.
"Nanti tema yang akan diangkat itu, Let's Go To Belitong, ini untuk mempromosikan daerah sekaligus nanti menyambut event Manhunt International Indonesia yang akan berlangsung di Belitung Juli 2023. Jadi ini bagian promosi daerah juga," katanya, saat dihubungi Posbelitung.co, Selasa (4/4/2023).
Baca juga: Istri Pj Gubernur Bangka Belitung Terpesona Motif Kain Cual Babel
Tak cuman sendiri, Hatta nantinya akan menyusul sang adik, Nadia DS Putri yang telah berangkat lebih dulu ke Singapura.
Nadia akan menampilkan produk t-shirt bermerek Kaiya Studio.
T-shirt yang dibuat pun menampilkan desain bergaya vintage dengan mengangkat tema-tema yang erat kaitannya dengan budaya Belitung.
Nadia pun bakal membawa produk t-shirt yang merupakan produk perdana dengan desain lighthouse atau mercusuar dan gangan.
"Untuk desain produk aku bekerjasama dengan anak muda Belitung, Prawoto yang juga desainer dari produk Vondutch," kata dia.
Tidak saja tampil membawa produk kebanggaannya, Nadia bahkan didapuk untuk tampil bernyanyi. Lagu Pesona Belitong pun akan dibawakannya di hadapan para pengunjung Suntec Singapore Hall, Singapura untuk memperkenalkan pesona Belitung kampung halamannya.
Kain Cual Digandrungi Milenial
Kain cual adalah kain tenun tradisional Bangka Belitung.
Kain cual dibuat seperti kerajinan songket, tetapi yang motifnya adalah tenun ikat.
Motif tenun kain cual antara lain susunan motif corak penuh, dan motif ruang kosong Jande Bekecak.
Namun sayang, kini sedikit sekali penenun kain yang dahulu dikenal dengan Limar Muntok itu yang tersisa di Bangka Belitung.
Apalagi kata, Kepala UPTD Balai Latihan Perkoperasian (Balatkop) Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Martinawati minim sekali penenun dari generasi muda atau generasi milenial.
Sebab menurutnya, proses penenunan kain cual yang cukup rumit membuat banyak anak muda kini tak tertarik untuk ikutan pelatihan menenun kain cual.
"Menenun kain cual ini membutuhkan tingkat kesenian yang sangat tinggi, satu kain cual itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Dan alat tenunnya juga masih menggunakan gedogan tradisional, jadi untuk mengoperasikannya juga butuh kesabaran tingkat tinggi," sebut Martinawati kepada Bangkapos.com, Senin (20/2/2023).
Menurutnya, tidak sembarang orang bisa menggerakkan benang-benang yang ada dalam alat tenun tersebut. Sehingga banyak anak muda yang tidak tertarik untuk belajar menenun kain cual.
"Makanya kami kemarin mengajak para guru-guru ditingkat SMA untuk ikutan belajar menenun ini, kami berikan pelatihan juga agar ini dapat dijadikan muatan lokal di sekolah," jelasnya.
Baca juga: BIODATA Shinta Pengrajin Cual Bangka Belitung, Melakoni Tenun Mewarisi Bakat Sang Ibu
Dengan demikian kata Martinawati, sejak dini anak-anak di sekolah mulai diperkenalkan dengan proses tenun sehingga bisa menyukai dan terbiasa.
"Karena dengan masuk muatan lokal di sekolah, proses tenun ini bisa terus kita lestarikan melalui anak-anak muda ini, kalau tidak seperti ini nanti bakal musnah. Kalau kita melakukan pelatihan tenun dari 30 peserta biasanya yang jadi itu hanya satu orang saja," tuturnya.
Dia berharap, ke depan tenun kain cual ini semakin diminati oleh semua kalangan hingga anak muda.
"Tenun kain cual ini merupakan kain khas daerah kita, sudah sewajarnya memang kita harus melestarikannya, bukan tugas orangtua tapi anak-anak muda saat ini justru harus lebih lagi peduli," tambahnya. (del/t2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Hatta-Kabong-saat-berada-di-Singapura-beberapa-waktu-lalu.jpg)