Konflik Dunia Picu Kenaikan BBM, Menko Yusril Tegaskan Sektor Pangan dan Air Tetap Aman

Yusril menjelaskan bahwa ketegangan internasional di kawasan Timur Tengah memiliki efek domino yang luar biasa bagi tatanan global.

Tayang:
Posbelitung.co
Yusril Ihza Mahendra saat ditemui Posbelitung.co di Belitung Timur beberapa waktu lalu 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Prof. Yusril Ihza Mahendra tidak menyangkal bahwa konflik geopolitik dunia memberikan pengaruh besar terhadap fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri, Kamis (28/5/2026).

Satu di antara dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah adanya penyesuaian nilai jual pada sektor BBM, terutama non subsidi.

Yusril menjelaskan bahwa ketegangan internasional di kawasan Timur Tengah memiliki efek domino yang luar biasa bagi tatanan global.

"Iya, ya. Kalau kita lihat seperti misalnya peperangan yang terjadi di Iran, diserbu oleh Amerika Serikat dan Israel, itu kan berdampak luar biasa bukan hanya pada negara-negara tetangga, tapi juga terhadap seluruh dunia," kata Yusril kepada Posbelitung.co.

Dampak buruk dari konflik dipastikan merembet pada sektor-sektor vital kebutuhan hidup masyarakat. Sebab, ketika jalur logistik dan area penghasil minyak dunia bergejolak, maka krisis pasokan energi global tidak dapat dihindarkan lagi.

"Karena kalau energi terjadi krisis dan terjadi peningkatan harga BBM, mau tak mau dampaknya terhadap masalah ekonomi terasa sangat besar sekali," ujarnya.

Meski begitu, Yusril menilai pemerintah masih mampu mengendalikan pasokan domestik secara baik jika dibandingkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

"Dan di samping itu juga ketahanan energi kita dibanding negara-negara lain jauh lebih baik ya, walaupun akhirnya memang ada kenaikan harga BBM. Tapi kalau dibandingkan negara-negara tetangga kita, apalagi Filipina, itu jauh sekali perbedaannya," ungkapnya.

Tak hanya itu, pemenuhan hajat hidup di sektor pangan dan air, dikatakan Yusril berada dalam posisi yang aman. Bahkan dalam kondisi krisis dunia yang mencekam sekalipun, tatanan pangan Indonesia justru surplus hingga sanggup mengulurkan bantuan ke negara tetangga yang membutuhkan.

"Ketika terjadi krisis dunia, ya kita dari segi ketahanan pangan, kita cukup mampu. Kalau dari segi air, kita banyak sekali air. Dibandingkan dengan di Timur Tengah situasinya kan jauh sekali berbeda," pungkasnya.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved