Traveling
Wisata Sejarah Suku Batak Toba, Sidabutar Manusia Pertama di Pulau Samosir
Berikut tentang sejarah Suku Batak Toba yang patut anda ketahui.Ini merupakan bagian wisata budaya nusantara
POSBELITUNG.CO -- Jika kamu sedang menghabiskan waktu libur di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara dan ingin belajar tentang sejarah Suku Batak Toba, beberapa tempat berikut bisa dijadikan pilihan.
Apa saja? Yuk disimak!
1. Sopo Guru Tatea Bulan
Sopo Guru Tatea Bulan atau Rumah Guru Tatea Bulan serta perkampungan si Raja Batak terletak di Dusun Arsam Kecamatan Sianjur Mula-mula. Lokasi ini berjarak 13 Km dari Pangururan.
Melansir situsbudaya.id, Sopo Guru Tatea Bulan ini dibangun tahun 1995 oleh Dewan Pengurus Pusat Punguan Pomparan Guru Tatea Bulan.
Bangunan ini terdapat di Bukit Sulatti (di bawah Pusuk Buhit), dan di dalam bangunan terdapat sejumlah patung keturunan Raja Batak berikut dengan patung sejumlah kendaraan si Raja Batak dan pengawalnya.
Seperti dikutip pada Laman Tribunmedan.com disebutkan, rumah yang berdiri di atas bukit ini didesain menggunakan kayu dan tangga dari batu dan atap ijuk.
Sopo Guru Tatea Bulan terdapat patung-patung keturunan Siraja Batak, seperti Patung Saribu raja bersama istrinya, Patung keturunan Limbong Mulana, Patung Segala Raja serta Patung Silau Raja.
Berdasarkan kepercayaan masyarakat Batak marga-marga yang ada sekarang ini berasal dari keturunan Siraja Batak.
2. Makam Tua Raja Sidabutar
Desa Ambarita adalah sebuah destinasi yang harus dikunjungi, jika ingin belajar budaya Batak Toba. Di sini terdapat kuburan batu Raja Sidabutar, tokoh yang dipercaya menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Samosir.
Makam Raja Sidabutar terbuat menggunakan batu yang tertata sangat rapi, warna merah, hitam dan putih yang mewarnai hampir seluruh area pekuburan.
Makam Raja Sidabutar terbuat dari batu utuh tanpa persambungan yang dipahat.
Makam batu ini juga tidak dikuburkan di dalam tanah, melainkan diletakkan di permukaan tanah.
Uniknya lagi makam Raja Sidabutar sendiri merupakan makam terbesar di kompleks ini dan sudah berumur sekitar lebih 460 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/1504-Wisatawan-tampak-mendokumentasikan-kuburan-batu-Raja-Sidabutar-di-Tomok.jpg)