Berita Pangkalpinang

Pertumbuhan Ekonomi Bangka Belitung 2023 Triwulan I Tumbuh Positif

Angka pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung 2023 pada triwulan I ini terbilang melambat dibandingkan

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Kamri
dok. Posbelitung.co
Ilustrasi inflasi. Angka pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung 2023 pada triwulan I ini terbilang melambat dibandingkan triwulan IV 2022 yang tumbuh 4,44 persen (yoy). 

POSBELITUNG.CO, PANGKALPINANG -  Pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung 2023 pada triwulan I 2023 tumbuh positif sebesar 4,37 Persen.

Berdasarkan rilis BPS, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bangka Belitung tumbuh 4,37 persen (yoy).

Angka pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung 2023 pada triwulan I ini terbilang melambat dibandingkan triwulan IV 2022 yang tumbuh 4,44 persen (yoy).

Pertumbuhan ekonomi berarti dari sisi pengeluaran, seluruh komponen tumbuh positif kecuali ekspor barang dan jasa.

Sedangkan berdasarkan lapangan usaha (LU), PDRB terutama ditopang dari LU pertanian dan industri pengolahan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Faturachman menyebutkan, ke depan pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung 2023 diprakirakan akan terus membaik seiring menguatnya konsumsi domestik.

"Sejalan dengan hal tersebut, hasil survei konsumen Bank Indonesia pada triwulan I 2023 juga menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi perekonomian ke depan (Indeks Ekspektasi Konsumen) berada di level optimis sebesar 127,72," sebut Faturachman dalam rilis, Minggu (7/5/2023).

Di sisi lain, harga komoditas strategis seperti tim dan CPO global diperkirakan tidak setinggi pada periode sama tahun lalu sehingga berpotensi menahan laju kinerja ekonomi di 2023.

"Untuk itu, ke depan Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi serta mendorong pemerintah daerah dan mitra strategis lainnya dalam memperkuat sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru," jelasnya.

Menurutnya, sumber pertumbuhan ekonomi baru tersebut seperti, sektor pertanian khususnya sub-sektor pangan dan hortikultura, pariwisata, hilirisasi atau industrialisasi komoditas unggulan Babel yang lebih berkelanjutan (green).

Termasuk penguatan kapasitas UMKM melalui capacity building serta on boarding, dan penguatan digitalisasi daerah.

"Disamping itu, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam implementasi program-program pengendalian inflasi daerah sehingga angka inflasi Babel dapat semakin terkendali dan diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi di 2023," tuturnya.

Faturachman menyampaikan dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 2,99 persen (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,62 persen (yoy).

Kinerja konsumsi rumah tangga ditopang oleh pencabutan kebijakan PPKM yang dimulai akhir tahun 2022, serta peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan.

Di sisi lain, penyaluran bansos dan PKH yang tertunda di awal tahun 2023 menahan laju konsumsi lebih lanjut.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved