Berita Belitung Timur
Warga Diminta Waspada Penipuan Pegawai Dinkes Gadungan
Empat warga Desa Buding, Kelapa Kampit, Belitung Timur menjadi korban penipuan dua orang yang mengaku sebagai pegawai Dinas Kesehatan Belitung Timur.
Penulis: Rusaidah |
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sebanyak empat warga Desa Buding, Kelapa Kampit, Belitung Timur menjadi korban penipuan dua orang yang mengaku sebagai pegawai Dinas Kesehatan Belitung Timur. Mereka pura-pura menjadi pegawai Dinkes Beltim lalu menawarkan obat-obatan seharga Rp2,8 juta.
Kepala Desa Buding Mardini mengatakan, empat korban ini semuanya ada anggota keluarga yang sakit di rumahnya. Karena ketidaktahuan mereka sehingga menjadi korban penipuan.
"Paling sedikit kerugiannya yaitu Rp850 ribu dan paling banyak Rp2,8 juta. Semuanya dengan modus sama, mengatasnamakan Dinkes Beltim dan membawa program pemerintah," kata Mardini kepada posbelitung.co, Jumat (19/5).
Sebab itu, Mardini mengimbau kepada masyarakat agar hati-hati dan waspada atas segala bentuk yang berupa transaksi. Jangan mudah memberikan uang kepada orang yang tidak dikenal.
"Jika memang ada program pemerintah, biasanya tidak ada biaya alias gratis. Jika sudah disuruh membayar sesuatu patut dipertanyakan," kata Mardini.
Dia juga mengapresiasi kinerja Polres Beltim karena telah cepat menangkap pelaku sehingga tidak lagi berkeliaran di masyarakat.
"Terima kasih sudah menangkap pelaku. Semoga tidak ada lagi modus penipuan seperti ini di masyarakat Buding dan masyarakat Beltim umumnya," kata Mardini.
Sebelumnya, penipuan yang dilakukan dua orang yaitu Arif Rifadi (32) dan Muh Safri (37) memakan empat korban warga Desa Buding, Kelapa Kampit, Belitung Timur. Mereka berpura-pura menjadi pegawai Dinas Kesehatan setempat untuk menawarkan obat herbal.
Salah satu korban, Susanti (57) kepada posbelitung.co bercerita dua lelaki itu mendatangi rumahnya pada Selasa (16/5). Saat datang mereka menggunakan mobil dan memakai kemeja serta celana formal layaknya pegawai sebuah instansi.
"Karena memang kerjaan saya sering terima tamu, jadi saya awalnya tidak curiga sama sekali. Saya persilakan masuk," kata Susanti, Jumat (19/5).
Lalu, setelah masuk, lanjut Susanti, mereka memperkenalkan diri bahwa mereka adalah utusan dari kecamatan. Kebetulan, anak Susanti merupakan pegawai Kecamatan Kelapa Kampit dan saat anaknya menemui dua lelaki ini dia merasa tidak kenal.
"Terus lelaki yang pakai baju putih langsung bilang lagi, 'Saya dari Dinas Kesehatan Kabupaten bagian Farmasi'. Nah dari sana saya mulai curiga. Karena saya sering bertemu dengan orang dan ngobrol juga, jadi saya paham kalau lagi bohong," kata Susanti.
Meski begitu, Susanti tetap meladeni mereka sampai mereka bertanya mengenai suaminya yang memang sedang sakit stroke sudah sekitar empat tahun terakhir. Di sana, penipu ini bilang kalau mereka membawa program dari pemerintah untuk orang sakit.
Susanti menuturkan, mereka memaparkan bahwa program pemerintah itu gratis, namun harus dengan obat yang berbayar. Sesekali mereka memegang dengkul Susanti sebagai tanda keakraban. Namun, saat itu Susanti sudah makin sadar bahwa mereka menipu dan mencoba untuk menghipnotisnya.
"Ke saya tidak mempan. Tapi sepertinya mempan ke anak saya. Karena saat itu anak saya seperti buru-buru ingin membeli obat dari mereka. Saya mau melarang nanti dikira tidak peduli dengan kesembuhan ayahnya," kata Susanti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Dua-pelaku-beserta-barang-bukti-aksi-penipuan-saat-diamankan-polisi.jpg)