Berita Belitung Timur

Jalan Suka Damai Tergenang Air saat Hujan, Beliadi Minta Segera Diperbaiki

Ketika datang musim hujan, jalan tersebut selalu tergenang air, rumah warga yang ada di dekatnya ikut tergenang air.

Penulis: Riki Pratama |
IST/Beliadi
Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Beliadi melakukan kunjungan kerja, memantau kondisi jalan Suka Damai, Desa Suka Mandi, Kecamatan Damar Kabupaten Belitung Timur, pada Selasa (30/5/2023). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ruas Jalan Suka Damai, Desa Suka Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung (Babel) selalu tergenang air saat musim hujan dan membanjiri rumah penduduk di kanan kirinya. Kondisi jalan ini sempat viral di media sosial Facebook dan Instagram.

Menanggapi kondisi ini, Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Beliadi melakukan kunjungan kerja memantau ruas Jalan Suka Damai ini pada Selasa (30/5/2023).

Dikatakan Beliadi, jalan yang ia kunjungi sedang ramai menjadi trending topik di Facebook dan Instagram.

Kata Beliadi, ketika datang musim hujan, jalan tersebut selalu tergenang air, rumah warga yang ada di dekatnya ikut tergenang air.

"Walaupun saya sering dapat sumpah serapah, namun selalu merasa senang. Karena masyarakat masih peduli dengan kondisi Babel. Mereka ingin daerah kita lebih baik ke depan," kata Beliadi kepada Bangkapos.com, Selasa (30/5/2023).

Dalam peninjauan jalan yang rusak, Beliadi tidak sendiri. Ia mengajak kades, camat, dishub Beltim, Dinas PU Provinsi dan kades, kadus setempat, untuk bersama-sama melihat kondisi jalan dan mencari solusi untuk perbaikan jalan.

"Jalan ini sudah kita bangun menggunakan dana Daba, APBD, jalan ini kembali kita tinggikan 35 cm. Hari ini saya juga panggil dinas PU untuk menjelaskan terkait projek tersebut," terangnya.

Setelah jalan, dikatakan Beliadi, selanjutnya dilakukan normalisasi sungai.

Pihak desa setempat meminta, agar nanti saat normalisasi dilakukan pada alur sungai yang sudah dibangun, agar bisa dibenahi. Mana saja bagian yang belum baik, untuk dapat diperbaiki.

"Meminta agar pihak kontraktor memasang rambu-rambu lebih baik dan lebih banyak karena sudah pernah ada terjadi kecelakaan kecil orang terjatuh. Selain itu, dari Dishub Beltim juga telah siap membantu dalam hal pengamanan jalan," katanya.

Lebih jauh, dikatakan Beliadi, dari hasil analisa dirinya yang melakukan peninjauan ke lapangan pembangunan jalan. Apakah sudah baik, sehingga dapat menyelesaikan masalah. Karena aliran air di bagian hilir tertutup tanah lodingan atau bukaan tambang timah.

"Akibat kegiatan tambang ini menutup aliran sungai sehingga air tidak mengalir dan tergenang. Lalu saat hujan membuat 17 sampai 21 rumah warga tergenang air," lanjutnya.

"Kami juga melihat tanah lodingan sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari atap rumah warga. Makanya dengan 200-300 meter normalisasi tidak cukup," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Beliadi juga meminta kades, BPD dan camat setempat bersurat ke PT Timah dan ditembuskan ke DPRD Babel, serta Pj Gubernur Babel. Agar segera membongkar tanah lodingan sehingga tidak mengganggu aliran sungai.

"Warga yang terdampak banjir menyampaikan saat hujan, apabila jalan di tinggikan lalu aliran masih tertutup debit air akan semakin tinggi mengenangi rumah warga. Maka tanah yang menutup aliran sungai harus dibongkar agar air bisa mengalir," harapnya.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved